
Emas dan cabai merah turun, Riau alami deflasi 0,20 persen pada Maret 2026

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat daerah setempat mengalami deflasi 0,20 persen secara bulanan pada Maret 2026 dan menempati urutan ke-36 secara nasional serta terendah di Pulau Sumatra.
Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan hal ini dipengaruhi oleh perubahan harga emas yang sebelumnya terus meningkat dari bulan ke bulan.
Akan tetapi pada Maret justru mengalami penurunan ke angka sekitar Rp2,7-2,8 juta dari sebelumnya Rp3,1 juta satu gram.
"Emas yang masuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya itu langsung deflasi 1,33 persen. Ini menjadikan Riau sebagai daerah dengan inflasi terdalam secara bulanan di Sumatra," katanya di Pekanbaru, Rabu.
Tak hanya itu, lanjutnya, kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau juga mengalami deflasi. Selain itu kelompok yang mengalami deflasi yakni
kesehatan, transportasi, rekreasi dan olahraga.
"Biasanya dalam rentang waktu Hari Raya idul Fitri harga meningkat namun kelompok makanan, minuman dan tembakau justru terjadi deflasi 0,33 persen. "Ini juga sesuatu yang di luar pakem," imbuhnya.
Namun begitu dia mengungkapkan masih ada kelompok yang mengalami deflasi pada Maret 2026 di Riau yakni perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok itu masih menunjukkan angka inflasi 0,17 meskipun tidak besar.
"Ini karena setelah diskon 50 persen listrik sekarang belum kembali ke harga normal, sehingga terlihat masih adanya peningkatan," ujarnya.
Komoditas penyebab inflasi lainnya ada ayam hidup yang disebabkan karena permintaan masih tinggi jelang lebaran. Kemudian ayam ras dan jengkol, ikan serai, tongkol dan air kemasan.
Untuk komoditas yang menyebabkan deflasi pada Maret 2026 yakni emas perhiasan yang mengalami penurunan. Lalu ada cabai merah, bawang merah, angkutan udara, cabai rawit dan tomat
"Ini sesuatu yang aneh juga dalam rentang Idul Fitri cabai merah mengalami penurunan," sebutnya.
Sementara itu untuk inflasi tahunan di Riau disampaikan sebesar 3,65 persen dan menempati urutan ke-10 secara nasional. Sedangkan untuk tahun kalender Riau mengalami deflasi 0,32 persen.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

