
Ini Indeks ketimpangan gender di Riau, tertinggi di Pelalawan

Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat indeks ketimpangan gender (IKG) daerah setempat pada 2025 menurun 0,026 poin menjadi 0,445 dibandingkan 2024 sebesar 0,471.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan penurunan ini menjadi sinyal positif dalam upaya mendorong kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor. Penurunan ini menurutnya dipengaruhi oleh perbaikan di seluruh dimensi pembentuknya.
"Perbaikan tersebut terjadi pada tiga dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja," katanya di Pekanbaru, Rabu.
Dia menjelaskan, pada dimensi kesehatan reproduksi proporsi perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) sebesar 0,115 poin. Sedangkan proporsi perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun menurun hingga 19,6 persen.
Pada dimensi pemberdayaan, persentase perempuan usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal sekolah menengah atas mengalami kenaikan. Pada tahun 2024 sebesar 43,46 persen sedangkan 2025 menjadi 44,22 persen.
Selain itu, keterwakilan perempuan di legislatif juga kembali meningkat pada 2025, meskipun masih tinggi ketimpangannya dibandingkan laki-laki. Angkanya masih sebesar 16,92 persen keterwakilan perempuan di legislatif daerah setempat.
Sementara pada dimensi pasar tenaga kerja, kesetaraan semakin terlihat dari meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan yang mencapai 47,68 persen pada 2025. Namun masih jauh dari TPAK laki-laki sebesar 84,68 persen.
Dari sisi wilayah, sebagian besar kabupaten/kota di Riau juga mencatat penurunan ketimpangan gender. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan tingkat ketimpangan terendah, disusul Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.
Meski demikian dari 12 kabupaten/kota di Riau, hanya tujuh daerah yang memiliki capaian IKG lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi. Lima daerah itu yakni Kabupaten Pelalawan, Siak, Rokan Hilir, Inderagiri Hilir dan Indragiri Hulu.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

