Logo Header Antaranews Riau

Jerman Perkuat Dialog dengan AS terkait Penempatan Rudal Tomahawk

Sabtu, 9 Mei 2026 17:01 WIB
Image Print
Arsip - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengadakan konferensi di Kantor Luar Negeri Federal di Berlin, Jerman, pada 05 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu Agency/pri.)

Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan bahwa otoritas Jerman terus melakukan konsultasi intensif dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan pengerahan rudal jelajah Tomahawk di Jerman.

Pada awal Mei lalu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan dirinya tidak memperkirakan ada pengiriman rudal Tomahawk dari AS ke Jerman, meskipun dia tidak mengesampingkan kemungkinan situasinya dapat berubah di masa mendatang.

"Pemerintah Jerman saat ini berupaya setiap hari untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan Jerman. Kami terus membahas masalah ini secara intensif dengan sekutu kami di AS," kata Wadephul kepada surat kabar Welt am Sonntag dalam wawancara yang diterbitkan pada Jumat.

Pada Juli 2024, pemerintahan AS sebelumnya dan pemerintah Jerman mengumumkan rencana pengerahan sistem rudal presisi jarak jauh AS yang secara signifikan akan melampaui persenjataan yang sudah ditempatkan di Eropa, di Jerman, mulai 2026.

Rencana tersebut mencakup pengerahan rudal SM-6, rudal jelajah Tomahawk, dan senjata hipersonik.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa jika AS mengerahkan senjata semacam itu di Jerman, Rusia akan menganggap dirinya bebas dari moratoriumnya terhadap pengerahan sistem serang jarak menengah dan pendek.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026