Logo Header Antaranews Riau

Ekspor minyak mentah dari Riau anjlok 89 persen pada Januari-Februari 2026

Rabu, 1 April 2026 21:09 WIB
Image Print
Ilustrasi suasana bongkar muat petikemas pada kapal kargo di dermaga Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok Jakarta. ANTARA/M Risyal Hidayat

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat nilai ekspor daerah setempat periode Januari-Februari 2026 naik 10,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 dari 3,34 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 3,68 miliar dolar AS.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan peningkatan ekspor itu disebabkan oleh meningkatnya ekspor non minyak bumi dan gas sebesar 16,10 persen dari 3,1 miliar dolar AS menjadi 3,6 miliar dolar AS. Sedangkan ekspor migas turun 63,92 persen, yaitu dari 241,9 juta dolar AS menjadi 87,29 juta dolar AS.

"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak 52,41 persen menjadi 79,7 juta dolar AS. Begitu juga ekspor minyak mentah turun 89,81 persen menjadi 7,59 juta dolar AS," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Dia menjelaskan komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari–Februari 2026 adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 592,02 juta dolar AS. Kemudian bahan kimia organik 66,94 juta dolar AS, ampas dan sisa industri makanan 14,29 juta dolar AS, serta makanan olahan 10,44 juta dolar AS.

Sementara komoditas yang mengalami
penurunan adalah bubur kayu (pulp) 92,01 juta dolar AS, berbagai produk kimia 59,71 juta dolar AS, kertas dan karton 11,38 juta dolar AS, bahan-bahan nabati 7,10 juta dolar AS, buah-buahan 6,87 juta dolar AS serta serat stapel buatan 4,79 juta dolar AS.

Untuk tujuan ekspor nonmigas pada Januari–Februari 2026 yang terbesar adalah ke Negara Tiongkok sebesar 578,79 juta dolar AS (16,09 persen). Lalu disusul India 466,24 juta dolar AS (12,95 persen) dan Malaysia 270,55 juta dolar AS.

Namun begitu untuk nilai ekspor Riau pada Februari 2026 justru menurun 0,15 persen dibanding Februari 2025. Nilainya mencapai 1,84 miliar dolar AS dengan ekspor nonmigas mencapai 1,81 miliar dolar AS.

Sementara itu, nilai impor Januari–Februari 2026 mencapai 775,21 juta dolar AS atau naik 208,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya impor nonmigas jadi 729,91 juta dolar AS atau 195,53 persen dan migas 51,3 juta dolar AS.

"Pada Februari 2026, nilai impor naik 146,15 juta dolar AS atau naik 0,66 persen dibandingkan Februari 2025. Impor nonmigas Februari 2026 mencapai
142,15 juta dolar AS, naik 0,03 persen dibanding Februari 2025 dan impor migas
Februari 2026 mencapai 4,00 juta dolar AS, naik 29,76 persen dibanding Februari 2025.," ungkapnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026