
Buka puasa Polres Bengkalis disorot, insan pers nilai belum inklusif

Bengkalis (ANTARA) - Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Polres Bengkalis pada Sabtu (21/2) menuai kekecewaan di kalangan insan pers di Pulau Bengkalis. Agenda yang sejatinya menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan semangat merangkul seluruh organisasi wartawan.
Kekecewaan muncul lantaran kegiatan buka puasa bersama hanya melibatkan satu organisasi pers. Padahal, di Kabupaten Bengkalis terdapat berbagai organisasi wartawan yang selama ini aktif menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Sikap tersebut disampaikan oleh pengurus jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Bengkalis. Mereka menilai, kegiatan yang mengatasnamakan insan pers seharusnya dilaksanakan secara terbuka dan inklusif agar tidak menimbulkan kesan pilih kasih.
Sekretaris JMSI Bengkalis, Mohammad Fiza, mengatakan agenda kebersamaan dengan media idealnya mengundang seluruh organisasi pers yang ada. Menurutnya, keterlibatan yang merata menjadi kunci terjaganya hubungan kemitraan yang sehat antara kepolisian dan insan pers.
Ia menilai, ketika hanya sebagian organisasi yang dilibatkan, hal tersebut berpotensi menimbulkan kesan kurang bijak dalam membangun komunikasi dan kerja sama. Kondisi itu, lanjutnya, dapat memunculkan tanda tanya di kalangan wartawan yang tidak terlibat.
“Kegiatan bersama insan pers seharusnya turut melibatkan organisasi lainnya, tidak hanya satu organisasi saja,” ujar Fiza, Minggu (22/2). Ia juga menyinggung bahwa perpanjangan tangan pimpinan belum sepenuhnya mencerminkan sikap merangkul seluruh insan pers di Pulau Bengkalis.
Menurutnya, buka puasa bersama bukan sekadar agenda makan bersama, melainkan memiliki makna simbolik sebagai ruang silaturahmi, dialog, dan penguatan sinergi antara media dan kepolisian. Ketika ruang kebersamaan tersebut dirasakan tidak setara, muncul kekhawatiran akan renggangnya komunikasi antara pers dan aparat penegak hukum.
"Peran media dinilai sangat strategis dalam menjaga keseimbangan informasi serta mendukung stabilitas daerah. Karena itu, JMSI Bengkalis berharap ke depan setiap kegiatan yang melibatkan insan pers dapat dirancang lebih terbuka dan adil, sehingga kepercayaan dan kemitraan yang selama ini terbangun dapat terus terjaga dengan baik," harapnya.
Di tengah spirit Ramadan yang mengajarkan kebersamaan dan silaturahmi, insan pers Bengkalis berharap peristiwa ini dapat menjadi bahan refleksi. Harapannya, setiap agenda kebersamaan ke depan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh insan pers tanpa terkecuali.
Pewarta : Alfisnardo
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

