
Nilai ekspor Riau selama 2025 mencapai 21,37 miliar Dolar AS, minyak sawit mendominasi

Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat nilai ekspor daerah setempat pada Januari–Desember 2025 mencapai 21,37 miliar dolar AS atau naik 17,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Statistisi Ahli Madya BPS Riau Fitri Hariyanti dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin, mengatakan peningkatan ekspor itu disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonminyak bumi dan gas sebesar 22,88 persen. Nilainya dari 16,46 miliar dolar AS menjadi 20,22 miliar dolar AS.
"Sedangkan ekspor migas turun 31,23 persen dari 1,6 miliar dolar AS menjadi 1,1 miliar dolar AS. Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak 32,81 persen menjadi 822,43 juta dolar AS dan ekspor minyak mentah turun 26,73 persen menjadi 315,28 juta dolar AS," katanya.
Ia mengatakan untuk ekspor nonmigas ada 10 komoditas dengan nilai terbesar pada Januari–Desember 2025. Komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 3,09 miliar dolar AS.
Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah berbagai produk kimia 585,05 juta dolar AS, (32,58 persen), bahan kimia organik 287,33 juta dolar AS, berbagai makanan olahan 65,70 juta dolar AS, kertas dan karton 41,81 juta dolar AS, buah-buahan 30,96 juta dolar AS serta bahan-bahan nabati 16,65 juta dolar AS.
Sementara itu, untuk negara tujuan ekspor nonmigas Januari–Desember 2025 yang terbesar adalah ke Tiongkok yaitu 3,45 miliar dolar AS. Lalu disusul India 1,82 miliar dolar AS, dan Malaysia 1,3 miliar dolar AS.
"Kontribusi ketiganya mencapai 32,99 persen. Kalau ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar 3,64 miliar dolar AS dan 2,2 miliar dolar AS," ujar dia.
Sedangkan untuk nilai ekspor Riau pada Desember 2025 mencapai 2,16 miliar dolar AS atau naik 31,99 persen dibanding Desember 2024. Ekspor nonmigas Desember 2025 mencapai 2,07 miliar dolar AS, naik 40,07 persen dibanding Desember 2024, katanya menambahkan.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

