
DPRD Riau imbau masyarakat hemat energi antisipasi kelangkaan

Pekanbaru (ANTARA) - Anggota DPRD Riau Abdullah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi sebagai respons terhadap dampak konflik antara Iran dan Israel-AS yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
"Dalam kondisi ini, semua orang diharapkan agar mengurangi pemakaian energi. Potensi kenaikan harga minyak dunia sangat mungkin terjadi jika perang terus terus. Jadi hemat energi ini untuk antisipasi," kata Abdullah, Senin.
Abdullah menilai, dalam situasi global saat ini, masyarakat Indonesia perlu mulai mengurangi konsumsi energi. Ia menyebut langkah penghematan yang dilakukan pemerintah pusat merupakan bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kelangkaan energi akibat situasi perang.
Ia juga menegaskan bahwa imbauan penghematan tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga telah diterapkan di lingkungan legislatif, termasuk DPR RI, khususnya dalam penggunaan listrik dan energi lainnya.
"Semua harus melakukan penghematan. Kami di DPRD juga menyampaikan itu untuk melakukan penghematan-penghematan seperti yang juga dilakukan oleh DPR RI dalam hal konsumsi energi, listrik," ujar Abdullah.
Sebagai Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Riau, Abdullah menjelaskan bahwa penghematan bisa dimulai dari hal sederhana di rumah, seperti mengurangi penggunaan gas, listrik, dan bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, jika konflik terus berlanjut dan semakin memanas, kenaikan harga minyak dunia sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, upaya penghematan energi saat ini dinilai sebagai langkah pencegahan.
Pewarta : Diana Syafni
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

