Logo Header Antaranews Riau

Cegah lakalantas, DPRD Riau minta desain flyover Simpang Panam dikaji matang

Senin, 20 April 2026 18:19 WIB
Image Print
Lokasi Simpang Garuda Sakti Kota Pekanbaru yang akan dilakukan pembangunan jembatan layang atau flyover. (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - DPRD Riau menegaskan perhatian serius terhadap desain pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Panam yang direncanakan akan dibangun pada tahun mendatang. Hal ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di fly over Pekanbaru.

Anggota Komisi IV DPRD Riau Muhtarom menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan fly over di Simpang Panam. Ia menilai proyek tersebut penting untuk membantu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan itu.

"Kami tetap mendorong dan memprioritaskan pembangunan ini supaya digesa dan tidak main-main dalam pengerjaannya. Saya minta masyarakat untuk mengawal pembangunan flyover ini," kata Muhtarom di Pekanbaru, Senin.

Sebagai informasi, pembangunan flyover di Simpang Panam direncanakan dimulai pada tahun 2027 dengan pendanaan dari APBN. Sementara itu, proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut digesa pada tahun 2026 menggunakan anggaran APBD Provinsi Riau sebesar Rp30 miliar.

Menurut Muhtarom, tingkat kepadatan di wilayah Panam tergolong sangat tinggi, baik dari sisi jumlah penduduk maupun volume kendaraan. Kondisi ini membuat kebutuhan akan infrastruktur jalan yang memadai menjadi semakin mendesak.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan sarana jalan umum yang baik sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat. Mulai dari kegiatan pelajar hingga pekerja, semuanya membutuhkan akses transportasi yang lancar dan aman.

Karena itu, DPRD Riau mendorong agar pembangunan fly over tersebut dapat dipercepat. Proyek ini dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan mobilitas warga sekaligus mengurangi kemacetan yang kerap terjadi.

Namun demikian, Muhtarom juga mengingatkan agar perencanaan desain fly over dilakukan secara matang. Ia mencontohkan pengalaman infrastruktur flyover di Arengka yang masih kerap terjadi kecelakaan.

Ia menyoroti perlunya peningkatan kualitas pembatas jalan pada fly over agar lebih tinggi dan kokoh. Selain itu, konstruksi secara keseluruhan harus dirancang dengan lebih kuat guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Untuk flyover ini, kita sudah pengalaman seperti flyover Arengka dan di dekat Mal SKA sering terjadi kecelakaan, karena kenderaan bermotor yang melewati tidak bisa batasi. Saya mengharapkan agar pembatas flyover untuk ditinggikan, konstruksinya lebih diperkuat desainnya harus diperhatikan sebelum dibangun" ucapnya.

Menurutnya, aspek desain tidak boleh diabaikan sebelum pembangunan dimulai. Perencanaan yang detail akan membantu mencegah potensi kecelakaan serta memastikan fungsi fly over berjalan optimal.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026