Logo Header Antaranews Riau

Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket

Selasa, 21 April 2026 20:07 WIB
Image Print
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memperlihatkan piagam MURI penari zapin serentak terbanyak (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Hari Kartini dipandang sebagai momen penting untuk menjunjung tinggi kehormatan dan peran perempuan. Nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Anggota DPRD Riau, Adrias Hariyanto, menyampaikan bahwa sejak hadirnya sosok Kartini, kedudukan perempuan semakin diakui dan diperhitungkan dalam berbagai bidang kehidupan.Ia menekankan bahwa perempuan masa kini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh Kartini.

"Kita sebagai perempuan harus mampu mempertahankan apa yang telah diperjuangkan oleh Kartini," ungkap istri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto itu.

Adrias juga mengajak perempuan, khususnya di Riau, untuk memulai perjuangan dari lingkup terdekat, yakni keluarga, sebelum berkontribusi lebih luas di masyarakat.

"Kami mengimbau para ibu dan perempuan Riau untuk berjuang terlebih dahulu bagi diri sendiri, dimulai dari keluarga," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan tidak seharusnya hanya berdiam diri. Peran dalam mendidik anak dan mendukung keluarga sudah merupakan bentuk kekuatan dan kehebatan perempuan.

Menurutnya, jika perempuan mampu mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat, hal tersebut menjadi nilai tambah dalam mewujudkan kesetaraan.

Adrias juga menyoroti meningkatnya partisipasi perempuan di Riau, yang salah satunya terlihat dari keberhasilan pemecahan rekor MURI melalui tari Zapin yang melibatkan ribuan perempuan dengan antusiasme tinggi.

Sebagai Ketua Umum BKOW Riau, Adrias Hariyanto berhasil memimpin pemecahan rekor MURI dan dunia pada 11 Januari 2026 lewat pertunjukan zapin massal. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 6.000 hingga 6.080 penari perempuan yang mengenakan kebaya laboh kekek di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, dan diakui sebagai rekor dunia. Acara ini menjadi wujud pelestarian budaya Melayu sekaligus penguatan peran perempuan.

Ke depan, ia berharap upaya promosi budaya daerah terus ditingkatkan, termasuk pengembangan motif songket dan batik dari 12 kabupaten/kota di Riau, bahkan menargetkan pencapaian rekor MURI untuk karya tersebut.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026