Ribuan mahasiswa Unri demo bawa keranda mayat dan sempat ricuh

id Demo di Pekanbaru,mahasiswa unri, demo unri

Ribuan mahasiswa Unri demo bawa keranda mayat dan sempat ricuh

Suasana massa aksi yang berdemo di depan gedung DPRD Riau. (ANTARA/Annisa Firdausi)

Pekanbaru (ANTARA) - Ribuan Mahasiswa Universitas Riau, Jumat, menggelar aksi di depan Gedung DPRD Riau karena menilai masalah terus menghampiri rakyat walaupun Indonesia telah 77 tahun meraih kemerdekaannya.

Tampak mahasiswa menggotong keranda ke depan gedung DPRD Riau sebagai bentuk pelampiasan kekecewaannya. Keranda ini ditutup dengan kain hitam itu bertuliskan 'Ironi 77 tahun Dirgahayu RI'.

Selain itu mahasiswa juga menaburkan tulisan-tulisan kritik terhadap pemerintah, seperti "Indonesia Gawat Darurat", "Harga pupuk menjepit petani", "BBM naik rakyat tercekik", "RKUHP Menggembosi Demokrasi", "BBM Langka Rakyat Merana Ulah Durjana", " Konflik Agraria Merajalela", "Terduga Pelaku KS tak Kunjung Diadili".

"Katanya Indonesia telah merdeka namun hingga kini kita masih dijajah oleh pemerintah sendiri," terang salah satu orator.

Presiden Mahasiswa Universitas Riau, Kaharudin akhirnya menyampaikan hal yang menjadi tuntutan massa aksi di antaranya meminta penundaan pengesahan RKUHP dan menjamin keterbukaan draf RKUHP. Selain itu, massa aksi jugameminta keterlibatan masyarakat yang sejati dalam perancangan RKUHP. Serta segera merevisi kembali pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP.

Mahasiswa juga minta penghapusan wacana kenaikan BBM subsidi dan menjamin ketersediaan BBM subsidi di daerah khususnya Riau.

Selanjutnya, mendesak Kemendikbudristek untuk mengeluarkan putusan hasil rekomendasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual terhadap Dekan FISIP non aktif.

"Stabilkan harga bahan pokok. Selain itu menjamin ketersediaan bahan pokok di Indonesia khususnya Riau dan selesaikan konflik agraria diIndonesia dan menyediakan sistem mutakhir terkait data agraria," katanya.

Aksi demonstrasi itu sempat ricuh karena mahasiswa mendesak masuk menemui anggota dewan namun dipagari oleh para aparat kepolisian. Sekitar pukul 18.00 WIB, mahasiswa dipaksa membubarkan diri, dan kepolisian memukul mundur mahasiswa yang mencoba melakukan perlawanan.

Kericuhan ini sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Sudirman tepatnya di depan gedung DPRD Riau. Tampak pula beberapa mahasiswa jatuh pingsan karena saling berdesakan.