
Pemprov Riau pastikan masyarakat di TNTN masih bisa beraktivitas sambil menunggu relokasi

Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau menerima massa demonstran dari Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan dan memastikan masih bisa beraktivitas sambil menunggu lahan pengganti untuk direlokasi.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Haryanto saat menerima perwakilan demonstran mengatakan sekitar 10.600 hektare lahan di TNTN saat ini ditempati oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, relokasi yang telah terealisasi baru mencapai 633 ha atau mencakup 227 kepala keluarga
"Artinya, masih diperlukan sekitar 9.966 ha lahan pengganti yang telah dipetakan. Selama belum direlokasi, masyarakat tidak akan diganggu. Silakan tetap beraktivitas, termasuk panen,” katanya di Pekanbaru, Senin.
Dia mengatakan pelaksanaan relokasi membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov Riau menyatakan siap mengawal proses tersebut hingga tuntas.
SF Hariyanto juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mempercepat penyelesaian persoalan di kawasan TNTN. Ia mengapresiasi warga yang telah menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan sertifikat sebagai bagian dari proses relokasi.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah banyak menyerahkan sertifikat untuk relokasi,” katanya.
Perwakilan masyarakat TNTN, Wendri, berharap proses penyelesaian konflik dapat terus dikawal secara adil dan transparan, termasuk melalui komunikasi langsung dengan pemerintah pusat. Untuk itu lanjutnya harus ada surat kesepakatan bersama dalam penyelesaian konflik.
Sebelumnya ratusan masyarakat dari Kawasan TNTN menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Senin. Dalam tuntutannya masyarakat menolak relokasi.
Kemudian masyarakat juga meminta Pemprov Riau untuk bisa memberikan kepastian keberlangsungan hidup masyarakat banyak. Mereka juga meminta Presiden Republik Indonesia harus masyarakat sesuai amanat pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

