
Paripurna DPRD Kampar kisruh

Bangkinang Kota (ANTARA) - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kampar tentang Jawaban Pemerintah yang disampaikan Penjabat Bupati Kamsol sempat terjadi kisruh beberapa saat di ruang rapat paripurna, Senin.
Kekisruhan itu terjadi setelah Kamsol menyampaikan tanggapan atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah APBD 2022 yang disampaikan Senin lalu.
Dalam rapat yang dibuka oleh Tony Hidayat didampingi Wakil Ketua Repol dan Fahmil pada pukul 11.06 WIB itu tiba-tiba sejumlah anggota DPRD Kampar mengajukan interupsi atas jawaban pemerintah.
Awalnya Agus Chandra dari Fraksi Partai Golkar menyarankan agar Penjabat Bupati agar menonaktifkan pengurus koperasi Terantang agar dapat menguraikan masalah dengan baik.
"Saya yakin dengan Pak Kamsol tangannya masih bersih, belum kotor, mudah-mudahan masalah Terantang dapat diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Setelahnya beberapa anggota dewan lain menyampaikan interupsi secara berbarengan di sela oleh Januar Rambo meminta agar semua persoalan yang ada di fraksi untuk di bahas di komisi dan dia meminta agar pimpinan menutup sidang tersebut.
Sementara itu Tony Hidayat meminta agar anggota dewan yang lain menghentikan interupsi dan mempersilahkan Kamsol menutup pidatonya dan kembali duduk di kursinya.
Diikuti oleh Kamsol mengakhiri jawaban pemerintah dan kembali ke kursinya disamping Tony Hidayat.
Tidak lama berselang suara kembali riuh datang dari Anasril dari Fraksi Nasdem yang ngotot meminta waktu kepada pimpinan agar dapat menyampaikan persoalan yang akan disampaikannya.
Setelah berdebat dan tidak mendengarkan apa yang disampaikan oleh Tony yang meminta pemahaman dari Anasril bahwa DPRD ada Badan Anggaran yang akan membahas lebih lanjut tentang jawaban pemerintah ini.
Akan tetapi Anasril tetap ngotot meminta waktu kepada pimpinan dan akhirnya Tony memberikan waktu kepadanya.
Anasril menyampaikan bahwa Penjabat Bupati tidak menyinggung soal honorarium perangkat desa yang sudah tiga bulan pada 2021 tidak dibayarkan, padahal hanya Rp2 juta. Termasuk soal honorarium huru PDTA se-Kabupaten Kampar.
"Kok tega-teganya pemerintah tidak membayarkan padahal mereka begitu susah mencari hutangan sana sini untuk memenuhi kebutuhannya," tukasnya.
Dia terus berbicara, namun di sela kembali oleh interupsi dari beberapa anggota dewan yang lain, bahkan Tony beberapa kali berupaya menghentikannya namun tidak digbris. Anasril terus ngotot bahkan dia mengancam jangan sampai masyarakat datang berdemo disini.
Riuh terus berlanjut, meski berkali-kali anggota dewan yang lain menghentikan namun terus saja Anasril ngotot berbicara.
Kemudian Tony mempertanyakan kepada seluruh anggota apakah sidang ditutup?. Semua menjawab serentak untuk menutup sidang.
Akhirnya Tony menutup sidang dan mengetuk palu. Suasana di dalam ruang sidang paripurna itu mereda dan semuanya berdiri dengan wajah yang tegang.
Tony Hidayat bersama pimpinan DPRD lain diikuti Kamsol dan sejumlah anggota dewan bergerak menuju ruangan tertutup di belakang ruang rapat paripurna untuk membahas lebih lanjut persoalan yang tengah terjadi.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

