
BMKG: Kabut Bukan Asap Kebakaran

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau, Marzuki, menyatakan, kabut yang "menyelimuti" sebagian besar "Kota Bertuah" pada dini hari, bukan kabut asap seperti yang disangka-kan.
"Kabut tebal berwarna putih tadi pagi itu bukan merupakan kabut asap, namun kabut embun atau yang lazimnya disebut dengan fox atau awan yang berada di permukaan," kata Marzuki di Pekanbaru, Rabu.
Fox tersebut yang kemudian menurut dia, membatasi jarak pandang karena terbentuk oleh kumpulan uap air yang kelembabannya minimal 90 persen.
Menurut Marzuki, kelembaban udara hanya 80 persen dan dibawah rata-rata.
Fox, katanya, adalah sama dengan awan yang berada dipermukaan dengan kandungan uap airnya cukup tinggi sehingga menggumpal seperti kabut asap seperti yang biasa menutupi sebagian wilayah Riau selama ini.
"Namun tidak menutup kemungkinan juga, fox tersebut ketebalannya juga didukung dengan kabut asap. Tapi saya rasa hal demikian sangat kecil kemungkinannya karena tingkat kebakaran lahan dan hutan di Riau masih minim," katanya.
Akibat sinar matahari, menurut Marzuki pula, fox akan hilang dengan sendirinya. Pemanasan yang disebabkan pancaran sinar matahari akan menyebabkan terjadi penguapan uap air sehingga semakin siang keadaan semakin terang dan membaik.
"Fox ini terbentuk sejak dini hari tadi dengan ketebalan yang cukup untuk membatasi jarak pandang hingga dibawah seribu meter, namun hilang pada pukul 08.00 hingga pukul 08.30 WIB," ujar Marzuki.
Menurut Marzuki pula, fox terbentuk akibat adanya pembentukan awan hujan yang terjadi sejak malam hari, namun tidak begitu maksimal sehingga tidak menyebabkan hujan.
"Kondisi seperti ini saya rasa akan sering terjadi mengingat Riau sudah akan memasuki masa transisi atau pergantian musim dari hujan ke musim panas," demikian Marzuki.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

