Logo Header Antaranews Riau

Pekanbaru inflasi 5,09 persen

Senin, 2 Januari 2012 20:22 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Badan Pusat Statistik menyatakan Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 5,09 persen selama tahun 2011.

"Laju inflasi kalender atau dari Januari-Desember 2011 di Pekanbaru mencapai 5,09 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Abdul Manaf, di Pekanbaru, Senin.

Ia mengatakan, laju inflasi "year-on-year" Kota Pekanbaru atau kurun Desember 2011 terhadap Desember 2010 juga sama, yakni sebesar 5,09 persen.

Sedangkan, untuk bulan Desember 2011 Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,69 persen. Sementara itu, Kota Dumai mengalami inflasi lebih tinggi yakni 1,03 persen.

Kota Pekanbaru dan Dumai masing-masing menduduki peringkat ke 4 dan 2 se-Sumatera dari 16 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK). Sedangkan, dari 66 kota di Indonesia, keduanya masing-masing menduduki peringkat ke 23 dan 14.

Menurut dia, semua kota di Sumatera mengalami inflasi pada akhir 2011, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga yakni sebesar 1,82 persen. Inflasi terendah di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,02 persen.

Inflasi Kota Pekanbaru disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,31 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,27 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,03 persen.

Sedangkan, kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,32 persen, serta kelompok kesehatan 0,10 persen.

"Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga relatif stabil," ujarnya.

Komoditas yang memberi sumbangan inflasi di Pekanbaru antara lain cabe merah sebesar 0,23 persen, ikan serai 0,14 persen, beras 0,11 persen, bayam 0,05 persen, batu bata 0,04 persen, minyak goreng 0,03 persen. Kemudian telur ayam ras, ikan baung, kue kering, ikan tongkol, kangkung, rokok kretek, teri dan mujair masing-masing 0,02 persen, serta beberapa komoditas lainnya dengan andil sekitar 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami deflasi antara lain kentang, daging ayam ras, dan emas perhiasan dengan andil masing-masing 0,03 persen, bawang merah 0,02 persen, wortel, bawang putih, cabe hijau, mentimun, gula pasir dan daun singkong masing-masing sebesar 0,01 persen.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026