Logo Header Antaranews Riau

85 ribu hektare wilayah konsesi terbakar di Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 16:45 WIB
Image Print
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat meninjau lokasi Karhutla di Rimbo Panjang, Kampar (ANTARA/Annisa Firdausi)

Kampar (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut sekitar 85 ribu hektare kawasan konsesi perusahaan di Indonesia terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah konsesi perusahaan di Sumatera dan Kalimantan," jelas Jumhur saat meninjau lokasi karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu.

Pemerintah mencatat sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesinya.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan verifikasi lapangan terhadap perusahaan yang wilayah konsesinya terindikasi mengalami kebakaran.

Jumhur juga menilai kondisi karhutla di Riau saat ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah dan kepolisian melalui pembangunan sekat kanal serta persiapan embung.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan secara keseluruhan karhutla di Riau mengalami penurunan.

Namun, kebakaran masih terjadi di Kabupaten Pelalawan, khususnya Desa Kerumutan, dengan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 280 hektare.

"Penanganan kebakaran di Kerumutan dilakukan melalui kolaborasi TNI, Manggala Agni, masyarakat peduli api, serta pemangku kepentingan terkait. Kita juga melakukan upaya mitigasi melalui pembangunan embung dan sekat kanal," papar Irjen Henry.

Selain penanganan kebakaran, Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Desa Kerumutan, terutama terhadap anak-anak yang berpotensi terdampak asap.

Petugas juga membagikan masker dan memberikan trauma healing kepada masyarakat di wilayah terdampak.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026