
Udara Dumai Tercemar Asap Kebakaran Lahan

Dumai, 28/6 (ANTARA) - Udara yang berhembus di sebagian besar wilayah Kota Dumai, Riau, saat ini mulai tercemar kabut asap hasil dari kebakaran hutan dan lahan yang diindikasi terjadi di sebagian besar wilayah pesisir Riau termasuk Dumai.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dumai, H Marjoko Santoso, di Dumai, Selasa mengatakan, tercemarnya kualitas udara di Kota Dumai dapat dilihat dari hasil pantauan papan indikator standar pencemaran udara (ISPU) milik PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
"Hari ini kualitas udara berada pada angka 97 polutan standar indeks (PSI) yang artinya sedang atau telah terjadi penurunan kualitas udara cukup signifikan dari beberapa hari sebelumnya yang masih berada pada angka 30-50 PSI yang artinya baik," kata Marjoko.
Udara di Dumai saat ini menurut dia, mengandung sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), dan partikel debu (PM10 dan PM 2,5) hingga melebihi batas normal.
"Penurunan kualitas udara ini disebabkan kabut asap," katanya.
Menurut Marjoko, kendati kualitas udara di Dumai tercemar asap, namun zat atau partikel yang terkandung belum begitu mengganggu organ pernapasan manusia.
"Tapi apabila dalam beberapa hari ini kualitas udara terus memburuk, maka kita akan tingkatkan kewaspadaan dengan membagi-bagikan masker khususnya ke kalangan masyarakat pengendara dan pelajar," ujar Marjoko.
Stok Masker
Sementara mengenai ketersediaan masker atau pelindung organ pernapasan bagi manusia, Marjoko mengakui pihaknya masih memiliki banyak stok.
"Saat ini di gudang kesehatan kita masih ada stok masker sekitar 10 ribu, jumlah ini saya rasa masih mencukupi untuk dibagikan ke tengah masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Jika stok masker kurang, kata dia, pihaknya akan kembali mengajukan penambahan masker ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau di Pekanbaru.
"Kita lihat dahulu kondisi udara dalam beberapa hari ini, apabila terus memburuk, maka kita akan bagikan masker gratis ke masyarakat," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan luar rumah atau gedung untuk menghindari Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
"Jika mulai ada gejala sesak napas, segera periksakan diri ke pusat kesehatan terdekat agar tidak menimbulkan infeksi," demikian Marjoko.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

