
UEK Maharatu Gulirkan Dana Bagi 329 UKM

Pekanbaru , 28/10 (ANTARA) - Usaha Ekonomi Kelurahan Simpang Pinjam (UEK SP) di Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru saat ini sudah menggulirkan dana sebesar Rp1,47 miliar bagi 329 UKM.
UEK-SP telah berkembang pesat, dari modal awal Rp500 juta pada 2008, kini sudah menjadi Rp1,47 miliar dengan 329 jumlah UKM yang menjadi anggota, ungkap Walikota Pekanbaru Herman Abdullah ,Kamis.
Bahkan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya kepada pengguna UEK tersebut, pengelola melakukan pembangunan kantor UEK SP bertempat di samping kantor
Kelurahan Maraharatu. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah.
Herman Abdullah menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan UEK SP Maharatu dan atas keberhasilan itu walikota meminta pengurus UEK-SP dapat membuat terobosan baru apalagi selama ini sudah banyak program yang sifatnya memberikan bantuan kepada masyarakat seperti Gentakin, PNPM, dan Pentaskin.
Keberhasilan program ini cukup bagus dalam menggeliatkan ekonomi kerakyatan, selain mengurangi angka kemiskinan juga mengurangi pengangguran, kata Herman.
Ia mengimbau anggota UEK agar bersedia memproduksi kerajinan untuk cindera mata pada PON mendatang.
Ketua UEK Syarfizal mengatakan, perkembangan UEK saat ini membuat mereka membangun kantor dengan modal awal Rp10 juta, sedangkan rencana anggaran yang diperlukan untuk keseluruhan pembangunan kantor itu mencapai Rp281.835.000.
Demi terlaksanannya kantor tersebut pihaknya mengharapkan bantuan dari para donatur, sedangkan kepada walikota, pihaknya berharap bisa menyisihkan bantuan itu dalam APBD Kota Pekanbaru agar pembangunan kantor ini dapat terwujud, harapnya.
Sementara itu salah seorang pemanfaat UEK SP, Lismar mengakui selama ini telah banyak mendapatkan bantuan dari program tersebut karena sudah lima kali meminjam ke UEK.
Lismar, penjual lontong dan kebutuhan sarapan pagi lainnya mengakui dirinya akan kembali meminjam untuk keenam
kalinya sebesar Rp5 juta.
Ia mengatakan sangat terbantu dengan adanya UEK tersebut, karena
kalau meminjam ke rentenir bunganya sangat tinggi. Dicontohkan, kalau pinjam pada rentenir misalnya Rp1 juta, maka harus membayar Rp30 ribu per hari.
Pewarta : Vera Lusiana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

