
Enam Desa Terancam Abrasi Berat

Meranti, 23/3 (ANTARA) - Sebanyak enam desa di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Bengkalis, Riau, terkena abrasi berat. Menurut Camat Rangsang Sudarwito, Selasa, kondisi enam desa itu cukup memprihatikan, terutama di kawasan pantai yang nyaris amblas digerus abrasi. Abrasi tersebut menerjang bibir pantai hingga 12 kilometer dengan laju 10 sampai 20 meter setia tahun. "Keenam desa ini masuk dalam kategori dampak abrasi berat, yang dapat merusak areal perkebunan serta rumah warga. Setiap tahun selalu ada warga yang pindah ke tempat lain atau mengungsi ke daratan yang jauh dari terjangan abrasi," katanya. Keenam desa yang masuk dalam kategori dampak abrasi berat yakni Desa Bantar, Tanjung Kedabu, Tanjung Samak, Tanjung Balak Bugur, dan Desa Sungai Guyung Kiri. Dari enam desa tersebut, menurut Sudarwito, abrasi juga sudah merusak sedikitnya 200 hektare kebun warga dan menenggelamkan sekitar 60 rumah yang berada di tepi laut Rangsang hingga mengakibatkan penghuninya terpaksa mengungsi. "Untuk menanggulangi atau menghambat percepatan abrasi, kami telah membentuk sebuah program yang dinamakan Peduli Rangsang. Setiap pedatang dan warga Pulau Rangsang akan diberikan tanggung jawab untuk menjaga tanaman mangrove (bakau-red) yang rencananya akan kami tanam dalam waktu dekat," ungkapnya. Selain itu, Sudarwito juga merencanakan meminta anggaran kepada pemerintah setempat melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk mencegah percepatan abrasi. "Anggaran ini akan digunakan untuk membuat dinding pembatas di setiap bibir pantai Pulau Rangsang dan membudidayakan hutan mangrove," papar dia. Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Meranti Fauzi Hasan mengakui bahwa laju abrasi di Pulau Rangsang sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan higga dapat mengancam kelangsungan hidup warga di sekitarnya. Selaku anggota dewan asal Rangsang, ia berjanji akan memperjuangkan masalah abrasi tersebut bersama para anggota dewan lain. "Tahap pertama rencana penanggulangan abrasi di tempat saya tinggal (Kecamatan Rangsang-red) akan dibahas dalam rapat anggota minggu depan. Sementara mengenai anggarannya, kami akan mengajukannya ke Pemerintah Kabupaten Meranti dan provinsi," tuturnya.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

