
DPRD Dukung Kebijakan Bupati Kampar

Bangkinang, (Antarariau.com) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau mendukung berbagai kebijakan Bupati H Jefry Noer yang bertujuan untuk membangun Kabupaten Kampar sebagai Kabupaten termaju di Provinsi Riau.
Kebijakan dimaksud telah tertuang dalam lima pilar pembangunan Kampar yang dikerucutkan menjadi tiga zero yaitu zero kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh.
Demikian disampaikan oleh Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri SAg dalam sambutannya pada sidang paripurna istimewa DPRD Kampar bersempena Hari Jadi Kampar ke 65, Jumat (6/2) di ruang sidang paripurna DPRD Kampar.
Tampak hadir Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Ir Arsyadjuliandi Rachman MBA, Bupati Kampar H Jefry Noer SH, para pimpinan DPRD Kampar beserta anggota, Mantan Wali Kota Pekanbaru H Herman Abdullah MM, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi, Ketua TP PKK Hj Eva Yuliana SE.
Turut hadir konsulat Malaysia di Pekanbaru, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, Kepala Dinas/instansi serta ratusan undangan lainnya.
Fikri memaparkan bahwa dalam menjalankan pembangunan di Kampar, ada beberapa permasalahan yang menjadi fokus perhatian bersama yaitu kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.
"Tentunya, menjadi kewajiban bersama untuk berpartisipasi dalam menggesa pembangunan dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut. Oleh karena itu, DPRD mendukung upaya dan kebijakan Bupati yang mengarah pada perbaikan guna memajukan Kabupaten Kampar," ujarnya.
Fikri menyebutkan bahwa kemajuan telah banyak diraih, namun dibalik kemajuan itu, pihaknya mengingatkan, agar program-program yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan sebagaimana diharapkan.
Sebelumnya, Fikri juga mengupas tentang makna Hari Jadi Kabupaten Kampar. Dijelaskannya, Hari Jadi merupakan wadah kilas balik untuk mengingat bagaimana kerja keras para pendahulu untuk berjuang mendirikan Kabupaten Kampar.
"Setiap 6 Februari kita selalu memperingati Hari Jadi Kampar sebagai apresiasi terhadap perjuangan para pendahulu kita," ujarnya.
Ditegaskannya, Hari Jadi juga sebagai momentum strategis untuk kilas balik apa yang sudah dan apa yang belum.
Hari Jadi harus dijadikan media perenungan apa yang telah dilakukan untuk rakyat. "Hari Jadi Kampar ini, dijadikan pula sebagai momentum untuk meneruskan perjuangan para pendahulu kita," ucapnya.(Adv)
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

