
Diprediksi hewan kurban tahun 2026 di Riau mencapai 52.885 ekor

Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau memprediksi kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun 2026 meningkat hingga 4,8 persen atau mencapai 52.885 ekor, yang menandai mulai membaiknya perekonomian masyarakat.
“Prediksi kami penyembelihan hewan kurban di Riau pada Idul Adha tahun ini akan meningkat hingga 4,8 persen. Ini bisa kita lihat juga dengan meningkatnya permintaan hewan kurban dan juga perekonomian masyarakat yang sudah mulai kembali membaik,” kata Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Senin.
Ia mengatakan pada 2025 lalu kebutuhan hewan kurban di Riau mencapai 50.463 ekor. Dari 12 kabupaten/kota di Riau, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan pemotongan hewan kurban terbanyak tahun lalu.
Jumlah pemotongan hewan kurban di Pekanbaru sebanyak 9.435 ekor, Kampar 7.641 ekor, Bengkalis 5.012 ekor, Rokan Hulu 4.745 ekor, Kuantan Singingi 3.484 ekor, Indragiri Hulu 3.152 ekor, Indragiri Hilir 3.071 ekor, Pelalawan 2.752 ekor, Siak 3.744 ekor, Rokan Hilir 3.438 ekor, Kepulauan Meranti 722 ekor, dan di Kota Dumai 3.267 ekor.
Lebih lanjut dia mengimbau petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Riau juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak kurban di penampungan atau penjual hewan ternak. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin kesehatan ternak yang akan dijadikan hewan kurban.
"Setelah diperiksa dan ternak dinyatakannya sehat akan diberikan sertifikat kesehatan hewan," ujarnya.
Selain itu tahun ini juga terdapat 14 sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat di Riau. Bantuan itu terdiri atas satu sapi untuk tingkat provinsi, satu sapi untuk tokoh masyarakat, serta 12 sapi untuk kabupaten/kota.
"Khusus untuk sapi provinsi akan disembelih di Mushala Rumah Suluk Syekh Oesman Syahabuddin di Rokan Hilir, yaitu Sapi Simental berbobot 1.032 ton, yang dibeli dari seorang peternak lokal bernama Franto Kukuh," jelasnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

