Logo Header Antaranews Riau

Lapas Kelas IIA Pekanbaru jalin kerja sama dengan Distankan Kota Pekanbaru kembangkan peternakan ayam petelur di lahan terbatas

Rabu, 8 Juli 2026 15:48 WIB
Image Print
Lapas Kelas IIA Pekanbaru jalin kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru kembangkan peternakan ayam petelur di lahan terbatas (ANTARA/Uluan Manurung)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pengembangan peternakan ayam petelur berbasis lahan terbatas di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru, di Pekanbaru, Rabu, 8/7.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor peternakan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di dalam lapas. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan keterampilan warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Melalui perjanjian tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru akan memberikan pendampingan teknis, mulai dari penyediaan bimbingan budidaya ayam petelur, manajemen pemeliharaan, kesehatan ternak, hingga peningkatan produktivitas peternakan. Konsep peternakan yang diterapkan dirancang khusus agar tetap produktif meskipun memanfaatkan lahan yang terbatas di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru tidak hanya bertujuan mengembangkan peternakan ayam petelur, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Menurutnya, pelatihan peternakan ayam akan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi di dalam lapas.

"Kerja sama ini bukan semata-mata untuk institusi, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan peternakan kepada warga binaan," ujarnya.

Yuniarto menjelaskan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru saat ini menampung hampir 2.000 warga binaan. Sesuai ketentuan, setiap narapidana harus memperoleh konsumsi enam butir telur setiap 10 hari sebagai bagian dari pemenuhan gizi.

Karena itu, pihaknya berupaya membangun kemandirian pangan melalui peternakan ayam petelur di lingkungan lapas. Dengan keterbatasan lahan sekitar 300 meter persegi, kandang akan dibangun menggunakan sistem baterai bertingkat agar mampu menampung sekitar 2.000 ekor ayam petelur.

Ia menambahkan, Lapas membutuhkan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, mulai dari pelatihan budidaya, kesehatan hewan hingga pengelolaan limbah peternakan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Harapan kami, melalui pendampingan dari pemerintah daerah, program ini mampu mendukung ketahanan pangan di lapas sekaligus memastikan kebutuhan gizi warga binaan tetap terpenuhi," kata Yuniarto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Maisisco pada kesempatan tersebut menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program peternakan ayam petelur di Lapas Kelas IIA Pekanbaru sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi warga binaan.

"Kami siap membantu, mendampingi, dan berkolaborasi, mulai dari pelatihan budidaya ayam petelur, kesehatan hewan, hingga pendampingan teknis agar hasil yang diperoleh maksimal," kata Maisisco.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan kebutuhan gizi warga binaan tetap terpenuhi. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Lapas Kelas IIA Pekanbaru menjadi contoh sinergi dalam mengembangkan pertanian dan peternakan di lahan terbatas.

Selain peternakan, Maisisco mengatakan pihaknya juga siap memberikan pendampingan di bidang pertanian melalui pengembangan budidaya tanaman dengan sistem greenhouse maupun polybag, serta sektor perikanan yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan di lapas.

"Kami memiliki penyuluh pertanian, peternakan, perikanan, serta dokter hewan yang siap mendampingi. Apa pun program yang akan dikembangkan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, kami siap berkolaborasi agar dapat berjalan secara berkelanjutan," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026