
Dinas PKH Riau proyeksikan 500 ribu sapi terintegrasi dengan kebun sawit

Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau memproyeksikan sebanyak 500 ribu ekor sapi dapat tertampung dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) di daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia itu.
Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan berdasarkan data terkini, populasi ternak sapi berada pada angka 206.205 ekor. Akan tetapi angka tersebut dinilai masih kecil jika dibandingkan dengan total kapasitas lahan sawit yang diproyeksikan mampu menampung hingga 500.000 ekor sapi jika sistem SISKA dijalankan secara optimal.
“Populasi eksisting saat ini masih jauh di bawah potensi daya tampung lahan sawit kita yang bisa mencapai 500.000 ekor. Ini adalah peluang emas yang harus kita tangkap untuk meningkatkan populasi ternak nasional dari Riau,” katanya di Pekanbaru, Kamis.
Dia mengatakan langkah strategis SISKA itu dinilai sangat realistis mengingat integrasi antara sektor perkebunan dan peternakan. Pasalnya di Riau sudah lama mengakar dalam praktek keseharian masyarakat tani menggabungkan peternakan dan pertanian.
Untuk memberikan arah yang lebih terstruktur, lanjut dia, Dinas PKH Riau kini telah membentuk tujuh klaster SISKA yang tersebar di lima kabupaten sebagai proyek percontohan. Di antaranya Kabupaten Rokan Hulu, terdapat dua titik utama yaitu Klaster Sangkir Jaya di Desa Sangkir Indah dan Ternak Barokah di Desa Tandun.
Bergeser ke wilayah pesisir dan tengah, Kabupaten Pelalawan mengandalkan Klaster Ternak Maju Bersama di Desa Rawang Sari. Sementara Kabupaten Kampar memiliki Klaster Jaya Abadi di Desa Tapung Lestari.
Di Kabupaten Siak, terdapat dua klaster strategis yakni Klaster Talago Samsam di Kandis dan Klaster Mutiara Indah di Tualang. Sedangkan untuk wilayah selatan, Klaster Sinar Bakti berdiri di Desa Pontian Mekar, Kabupaten Indragiri Hulu.
Mimi menjelaskan bahwa keberadaan klaster percontohan itu sangat krusial sebagai langkah awal membangun model bisnis yang lebih modern. Melalui proyek ini pemerintah daerah dapat menyempurnakan pola integrasi yang paling efektif.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

