Logo Header Antaranews Riau

Satgaswil Riau Densus 88 edukasi 500 siswa SMKN 3 Pekanbaru tentang bahaya IRET

Rabu, 8 Juli 2026 19:38 WIB
Image Print
Satgaswil Riau Densus 88 antiteror usai mengedukasi siswa baru di SMK N 3 Pekanbaru (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri membekali sekitar 500 peserta didik baru SMKN 3 Pekanbaru dengan pemahaman mengenai bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta literasi digital melalui Program Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan (RATAKAN) pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (7/7).

Anggota Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri M. Moni mengatakan sosialisasi tersebut merupakan upaya preventif untuk memperkuat ketahanan generasi muda dari pengaruh paham IRET yang kini semakin mudah menyasar kalangan remaja melalui berbagai platform digital.

“Perkembangan teknologi saat ini turut dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebarkan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui media sosial, game online, maupun berbagai konten digital. Karena itu, pelajar harus mampu mengenali ciri-cirinya sejak dini dan bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Moni.

Ia mengatakan kegiatan bertema 'Sekolah Damai Tanpa IRET' itu juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat sikap toleransi, serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh narasi provokatif yang berpotensi memecah persatuan.

Menurut dia, lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun karakter pelajar yang cinta tanah air, berwawasan kebangsaan, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk propaganda ekstremisme, baik di ruang digital maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Selama sosialisasi berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab mengenai penggunaan media sosial serta pentingnya menjaga kerukunan di lingkungan sekolah.

“Melalui Program RATAKAN, Satgaswil Riau terus memperkuat kolaborasi dengan satuan pendidikan sebagai langkah pencegahan penyebaran paham IRET, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai bentuk ancaman yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026