Logo Header Antaranews Riau

BMKG Prediksi Kemarau Panjang, Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

Senin, 27 April 2026 16:27 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang petugas sedang berupaya memadamkan api dari lahan yang terbakar (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung cukup panjang dengan intensitas signifikan di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Sumatra dan Provinsi Riau.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam informasi tertulis diterima Antara, Rabu menyatakan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot) yang menjadi indikator awal kebakaran hutan dan lahan.

“Sebagian wilayah Indonesia, termasuk Riau, telah memasuki masa kemarau sejak April. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus dan berakhir pada Oktober,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi tersebut berpotensi diperparah oleh fenomena El Nino yang dapat meningkatkan kekeringan di sejumlah wilayah.

Menurut dia, penguatan kesiapsiagaan menjadi krusial, mulai dari kesiapan personel, peralatan, hingga optimalisasi sistem pemantauan guna memastikan efektivitas penanganan karhutla.

Selain itu, ia menekankan pentingnya langkah operasional taktis, termasuk pemetaan wilayah rawan kebakaran secara lebih rinci sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Sementara itu, sejumlah perusahaan di Riau turut berpartisipasi dalam apel siaga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan karhutla. Salah satunya PT Riau Andalan Pulp and Paper yang menyatakan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Pemerintah berharap peningkatan kewaspadaan seluruh pihak selama musim kemarau dapat menekan potensi kebakaran hutan dan lahan serta memastikan respons penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026