Logo Header Antaranews Riau

Prevalensi Stunting Kuansing Capai 23,1 Persen, Upaya Diperkuat

Kamis, 23 April 2026 15:02 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas tengah menyiapkan makanan bergizi gratis untuk para pelajar. (ANTARA/Ali Khumaini/dok)
Pekanbaru (ANTARA) -

Prevalensi stunting di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, tercatat sebesar 23,1 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Berdasarkan data SSGI 2024 diterima Antara, Selasa, angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 23 persen, sehingga diperlukan penguatan upaya penanganan secara lebih intensif.

Program pendampingan yang didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper sejak Mei 2025 hingga April 2026 telah menjangkau 66 posyandu di 42 desa di wilayah tersebut.

Dari pelaksanaan program, tercatat 12 anak dari total 53 balita malnutrisi mengalami perbaikan status gizi. Selain itu, sebanyak 22 kepala keluarga berhasil keluar dari kondisi kemiskinan ekstrem dari target 156 keluarga.

Intervensi juga dilakukan di sektor pendidikan dengan menjangkau 31 sekolah dasar dan 10 sekolah menengah pertama, dengan target peningkatan literasi dan numerasi.

Kader posyandu setempat menyatakan program pendampingan memberikan dorongan dalam meningkatkan motivasi pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui dukungan sarana dan pembinaan.

Pemerintah daerah menilai keberlanjutan program, termasuk penerapan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting, menjadi penting untuk menekan angka stunting secara bertahap.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kuantan Singingi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026