
Difasilitasi BPDP, Pelaku UMKM Riau dikenalkan Batik Sawit

Pekanbaru, (ANTARA) - Sebanyak 50 pelaku usaha mikro kecil menengah di Provinsi Riau diperkenalkan dengan batik sawit melalui pelatihan yang difasilitasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan dinas perkebunan provinsi setempat serta Elaeis Media Grup.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menilai inovasi ini sejalan dengan upaya memperluas pemanfaatan sawit.
"Kami ingin daerah penghasil sawit seperti Riau tidak hanya menghasilkan CPO, tapi juga melahirkan produk turunan bernilai tambah seperti malam batik sawit," katanya secara virtual.
Menurut Helmi, pengembangan produk kreatif berbasis sawit dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk berkembang di pasar yang lebih luas.
Itulah makanya BPDP kata Helmi, terus mendorong kerajinan dan produk UMKM berbasis limbah/produk sampingan komoditas dan inkubasi bisnis UMKm perkebunan agar kian berkembang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi mengatakan 3,5 juta dari 7 juta penduduk daerah setempat bergantung dengan sawit. Bahkan produk domestik regional bruto Provinsi Riau yang di dalamnya ada industri pengolahan diperkirakan 50 persen dari sawit.
.
"Pohon sawit sama seperti kelapa. Kalau kelapa bisa menjadi berbagai produk maka pohon sawit juga bisa. Bahkan ada dibilang pohon sawit sampai 200 turunannya
Maka pelatihan ini merupakan langkah besar, untuk membuat ekonomi UMKM bisa lebih maksimal karena sumber daya sawit besar di Riau," ungkapnya.
Lebih lanjut dia menyarankan jika pelatihan batik sawit ini selesai silahkan untuk mengantar hasilnya ke Disbun Riau. Dirinya akan meminta para aparatur sipil negara di institusinya untuk memakai batik sawit tersebut.
Chief of Execution Elaeis Media Grup. Abdul Aziz menyampaikan pelatihan ini menggunakan bahan lilin atau malam batik sawit yang merupakan turunan dari minyak mentah sawit yang disebut "stearin". Biasanya untuk membatik menggunakan parafin namun untuk pelatihan ini dikombinasikan dengan malam batik Sawit.
"Setelah diuji coba pakai malam sawit kalau ditekuk tidak patah motifnya, pewarnaan juga lebih cerah. Selain itu juga tidak bikin sesak karena tak ada asap. Ini potensial untuk dikembangkan karena Riau luas kebun sawit 4,02 juta ha," sebutnya
Pelatihan diikuti pelaku UMKM yang sudah terbiasa dengan membatik dan tergabung di sanggar-sanggar di Seluruh Riau. Mereka mendapatkan pelatihan dan praktek dari inisiator batik sawit Muhammad Ihsan dari Yogyakarta yang akan mendampingi selama dua hari, 21-22 April.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

