
APRIL dorong pengelolaan hutan berkelanjutan melalui inovasi kehutanan

APRIL Group terus mendorong pengelolaan hutan produksi secara berkelanjutan melalui inovasi di sektor kehutanan, salah satunya dengan penerapan teknologi kultur jaringan untuk pengembangan bibit hutan tanaman industri (HTI).
Teknologi tersebut diterapkan di Kerinci Tissue Culture Lab (KTC), fasilitas riset yang berada di Pangkalan Kerinci, Riau, untuk mendukung produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Melalui teknologi kultur jaringan, perusahaan dapat menghasilkan bibit berkualitas tinggi yang lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Sebagai bagian dari komitmen APRIL2030 yang diluncurkan pada 2020, perusahaan menargetkan peningkatan produktivitas serat HTI sebesar 50 persen pada 2030.
Hingga Desember 2023, APRIL mencatat produktivitas atau mean annual increment (MAI) mencapai 22,4 ton per hektare per tahun atau meningkat 10 persen dibandingkan baseline tahun 2019.
Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper, Sihol Aritonang, menyatakan sektor kehutanan memiliki peran penting dalam mendukung target Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sihol saat menghadiri Konferensi Perubahan Iklim COP29 di Baku, Azerbaijan, pada November 2024.
Menurut dia, perusahaan menerapkan strategi peningkatan produktivitas dengan meminimalkan jejak lingkungan melalui pendekatan produksi dan proteksi.
APRIL juga menjalankan kebijakan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0 yang diluncurkan sejak 2015, termasuk komitmen konservasi hutan alam melalui pendekatan 1-for-1.
Dalam kebijakan tersebut, perusahaan berkomitmen mengonservasi hutan alam dengan luas yang setara dengan area HTI yang dikelola. Hingga 2023, sekitar 80 persen target konservasi tersebut telah tercapai berdasarkan laporan keberlanjutan perusahaan.
APRIL menyatakan seluruh target dalam APRIL2030 diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, iklim, dan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan industri kehutanan yang berkelanjutan.
Pewarta : Darto
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

