
Dinas Peternakan Kampar Lelang 25 Ternak Afkir

Tambang, (Antarariau.com) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembibitan dan Pelatihan Ternak Ruminansia, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang akan melakukan lelang sekurangnya 25 ekor ternak berupa 5 ekor sapi dan 20 ekor kambing, yang sudah tidak lagi produktif (afkir).
“Ada 5 ekor induk sapi perah dan 20 ekor kambing sudah afkir yang akan dilelang berdasarkan Peraturan Bupati No 26 tahun 2014 tentang Penetapan Perubahan Tarif Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah di Bidang Peternakan,” kata Ir Hj Nurhasani, MM, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (23/9/2014) didampingi dua staf nya Ujang dan Herman.
Hasil penimbangan induk sapi perah yang afkir itu, kata Nurhasani seberat 1.757 kg yang dilelang seharga Rp32 ribu sedangkan harga lelang 20 ekor kambing dengan berat sekitar 150 kg dilelang seharga Rp28 ribu per kilogram.
“Kita akan mengundang pedagang ke lokasi di Desa Kuapan, siapa pedagang yang berminat akan melihat langsung sapi dan kambing yang akan dilelang itu dan hasil lelang itu nanti disetorkan untuk PAD Kabupaten Kampar,” jelas Nurhasani.
Dikatakan Nurhasani, lelang ini dilakukan tiap tahun, sebab lokasi seluas 8,5 ha ini diperuntukan oleh Pemdakab Kampar sebagai Pusat Pembibitan dan Pelatihan Ternak Ruminansia sehingga diharapkan seluruh bibit ternak berkualitas dapat dilihat dilokasi yang sudah sering dikunjungi mahasiswa dari berbagai universitas di Riau maupun luar Riau untuk belajar dan pelatihan di bidang peternakan.
Kepala UPT H Marjanis menyebutkan induk sapi perah yang dilelang itu adalah sapi berumur sekitar 12 tahun dan anakan kambing (cempe) itu berumur 3 sampai 6 bulan, “Bagi pedagang yang berminat dapat langsung datang ke lokasi Balai Pembibitan dan Pelatihan UPT Peternakan Ruminansia di Desa Kuapan Kecamatan Tambang ini,” ujarnya.
“Seluruh hasil lelang ini akan disetorkan ke daerah sebagai penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bukan dari hasil penjualan lelang ini saja UPT memberikan tambahan PAD, tetapi juga dari hasil penjualan susu murni sapi perah,” kata dia.
Hitungan saat ini, kata Marjanis, ada sekitar 20 ekor sapi perah yang masih produktif (laktasi), per sekor sapi menghasilkan sekitar 8 liter susu, per hari 160 liter dijual per liter Rp4 ribu dan dari kencing sapi per hari menghasilkan 30 liter per ekor.
(Adv)
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

