Logo Header Antaranews Riau

Nilai TBS kelapa sawit petani Riau kembali turun, ini harga per kilogramnya

Rabu, 30 September 2026 22:12 WIB
Image Print
Ilustrasi petani sawit dengan lahannya di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau.(ANTARA/Bayu Agustari Adha

Pekanbaru, (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan tipis pekan ini sebesar Rp18,19 per kilogram (kg) atau 0,47 persen dari periode lalu sehingga kini menjadi Rp3.866,97 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan penurunan harga itu terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan itu berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 30 September hingga 6 Oktober 2026.

"Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah)," katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Ia mengatakan pada periode ini harga CPO turun sebesar Rp143,63 per kg menjadi Rp15.552,66 per kg. Sedangkan harga kernel justru mengalami kenaikan Rp215,95 per kg menjadi Rp14.271 per kg dibandingkan minggu lalu.

Sama halnya dengan petani swadaya, TBS mitra plasma harga pembeliannya dalam satu minggu ke depan juga turun sebesar Rp36,41 per kg atau mencapai 0,92 persen dari harga periode sebelumnya. Sekarang harganya menjadi Rp3.912,29 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga turun sebesar Rp144,48 per kg menjadi Rp15.583,67 per kg. Sementara itu, harga kernel untuk petani plasma juga turun sebesar Rp128,27 menjadi Rp13.639,00 per kg.

Dafris mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.

“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026