Logo Header Antaranews Riau

Mahasiswa Pertanyakan Program Relawan Pengawas Pemilu

Jumat, 20 Juni 2014 19:03 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) mempertanyakan program relawan pengawas pemilu pada pemilihan umum legislatif (pileg) lalu yang dilakukan tanpa pelatihan dan pedoman tujuan yang jelas.

"Pada pileg lalu kami diberikan kartu relawan pengawas pemilu dan buku panduan dari pihak kampus, tapi tidak ada dilakukan pelatihan," kata Mahasiswa UIR, Rudi S Herman pada saat kegiatan "Focus Group Discussion" Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau di Pekanbaru, Jumat.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan Polda Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau, dan juga utusan mahasiswa dan KPU Riau sebagai tuan rumah.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa tersebut juga menyatakan telah mencoba melakukan melakukan pengawasan pada saat pileg. Namun, karena tidak jelasnya arahan, banyak pelanggaran yang tidak dilaporkan.

"Kami temukan berbagai tindak pelanggaran, tapi tidak tahu kemana melaporkannya. Selain itu, ada juga yang takut melaporkan karena tidak jelas statusnya," ungkapnya.

"Setelah pileg, pihak kampus kemudian mengatakan untuk tetap menyimpan dulu buku panduan atau jurnal itu untuk kembali menjadi relawan pengawas pemilihan presiden 9 Juli 2014," ucapnya.

Ketua Bawaslu Riau Edy Syarifuddin menanggapinya dengan mengatakan, program relawan pemilu salah satu program lembaga yang diketuainya. Ia menceritakan, pada saat pileg lalu buku panduan itu diberikan kepada pihak kampus.

"Kami telah rapat bersama mahasiswa yang menjadi utusan kampus beserta pelatihan relawan pengawas pemilu. Kita berharap saat itu mereka yang akan melanjutkannya di kampus," terangnya.

"Kami melakukan hal tersebut karena tidak ingin menekan pihak kampus dengan langsung pergi ke lokasi yang mahasiswanya direkrut jadi relawan," ucapnya.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut 1 dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut 2.



Pewarta :
Editor: Bayu Agustari Adha
COPYRIGHT © ANTARA 2026