Logo Header Antaranews Riau

Aparat gabungan razia pengungsi di Pekanbaru, imbau taat dan patuhi aturan

Kamis, 13 Agustus 2026 07:45 WIB
Image Print
Kepala Rudenim Pekanbaru Adrianus Tonny Budijaya memberikan arahan kepada pengungsi. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Pekanbaru, (ANTARA) - Aparat gabungan dipimpin Kantor Wilayah Direktorat Jendral Imigrasi Riau melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah "community house" atau rumah penampungan imigran di Kota Pekanbaru.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Riau Agung Prianto mengatakan operasi gabungan ini pertama kali dilakukan di Pekanbatu digagas oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru. Operasi ini sebagai tindaklanjut dibentuknya Forum Komunikasi Penanganan Detainee dan Pengungsi (Forkopdensi).

"Operasi ini akan dilaksanakan secara rutin untuk mewujudkan kota Pekanbaru yang lebih nyaman dan aman salah satunya

agar pelanggaran pengungsi dapat ditekan sehingga masyarakat aman tidak terganggu dengan pengungsi sari luar negeri," katanya di Pekanbaru, Rabu malam.

Dalam razia tersebut aparat gabungan mendatangi empat CH di Kota Pekanbaru. Aparat yang terlibat meliputi TNI, Polri, Basarnas, unsur Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru mulai dari Kesatuan Bangsa Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemadaman Kebakaran.

Dalam razia itu CH yang pertama yang didatangi adalah Wisma Orchid yang berisi 100 lebih pengungsi asal Afganistan dan Palestina. Aparat mendata para pengungsi yang menguasai kendaraan baik itu tidak empat maupun roda dua.

"Sekarang banyak yang berkendara dan dipastikan tidak punya surat izin mengemudi. Ini kita imbau kalau berkendara roda dua harus pakai helm. Kalau tindakan kriminal lain belum ada" ujarnya.

Selain itu juga ditemukan pengungsi di CH tersebut yang berjualan. Satpol PP Pekanbaru dalam kegiatan itu turut memberikan pengarahan seperti tidak berjualan di atas trotoar.

Kepala Rudenim Pekanbaru Adrianus Tonny Budijaya mengatakan razia ini juga dalam memyambut hari kemerdekaan ke-81 tahun Indonesia. Sifatnya hanya mengajak dan mencegah hal tak diinginkan dilakukan oleh para pengungsi.

"Kita patroli di wilayah ini yang di sini lebih dari 1.700 pengungsi dari luar negeri. Kita temui beberapa tempat ada yang pernah lakukan perkelahian bahkan gunakan senjata tajam, banyak kendaraan bermotor yan dipastikan tidak memiliki izin berkendaraan, kita mengajak minimal mengikuti peraturan di wilayah kota Pekanbaru," ujarnya.

Pada lokasi kedua di Siak Resor ditemui belasan pengungsi dari Sudan, beberapa dari Afganistan dan satu dari Pakistan. Dibsini juga diberikan arahan agar tidak berkendara dan patuh terhadap waktu keluar masuk.

Selanjutnya juga didatangi CH Asqiya di Simpang Tiga yang juga dihuni ratusan pengungsi dari Afganistan. Untuk di sini khusus bagi yang masih lajang diminta untuk lebih menjaga kebersihan.

Terakhir aparat mendatangi tempat penampungan pengungsi paling banyak yakni dari etnis Rohingya sebanyak 570 orang. Lokasinya dekat dengan Rudenim Pekanbaru dan hanya disediakan tanah oleh International Organization for Migration.

"Pengungsi paling besar dari Rohingya yang masih dicari solusi karena dari negara asal mereka tak diakui, belum bisa juga masuk ke negara lain. Jadi kondisi belum jelas, kita harap tidak ada lagi lah pengungsi baru di Pekanbaru," ungkapnya



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026