Logo Header Antaranews Riau

"AMAN" Waspadai Kecurangan di Kampar

Rabu, 27 November 2013 19:12 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Calon gubernur dan wakil gubernur Riau Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman (Aman) mengaku mewaspadai kemungkinan terjadi tindakan kecurangan di Kabupaten Kampar, terutama dalam penghitungan suara pemilihan gubernur (pilgub) Riau putaran kedua.

"Saya berada di posko pemenangan. Berjalan keliling di beberapa tempat yang perlu kita tinjau pelaksanaan pemungutan suara dan Kampar termasuk salah satu daerah," ujar Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Rabu.

Pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut menginginkan, pelaksanaan pemungutan suara pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Provinsi Riau putaran kedua berlangsung secara jujur, adil dan rahasia.

Kabupaten Kampar merupakan "lumbung" suara dari pasangan Herman Adullah-Agus Widayat (Hebat) karena Herman Adullah yang merupakan calon gubernur Riau adalah putra asli daerah itu.

Pada pilgub Riau putaran pertama yang digelar 4 September 2013 dan diikuti lima kandidat, Hebat meraih posisi teratas dengan perolehan 153.380 suara, sedangkan Aman hanya 23.982 suara dari jumlah total 290.614 suara sah

"Jadi saran saya, hindarilah kecurangan-kecurangan atau keinginan lain di luar aturan yang kita harapkan. Karena sudah banyak tokoh-tokoh mengimbau agar kita melaksanakan Pilkada dengan jujur dan adil," ucapnya.

Dari pembicaraan terakhir tadi pagi dengan kawan-kawan di daerah sebanyak 10 dari 12 kabupaten/kota di Riau yang mendapat dukungan dan mudah-mudahan sampai pilgub Riau putaran kedua selesai.

"Apabila pilgub Riau diadakan secara jujur dan adil, kami optimis menang. Karena kita sudah tahu peta kekuatan masing-masing pihak di pilgub Riau sampai pagi tadi," katanya.

Pada pemilihan gubernur (pilgub) Riau putaran pertama dan pemungutan suara dilakukan pada 4 September 2013, pasangan Aman memperoleh suara pada posisi teratas dengan 685.291 suara atau 28,83 persen.

Disusul dengan pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat (Hebat) di posisi kedua yang memperoleh 546.714 suara atau 23 persen dari jumlah total 2.376.839 suara sah.

Oleh karena suara yang diperoleh masing-masing pasangan tidak memenuhi 30 persen plus satu, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau meggelar pilgub Riau putaran kedua.

"Tahapan pemungutan suara dilangsung pada 27 November 2013, sedangkan pelantikan gubernur Riau terpilih dilaksanakan 7 Januari 2014," kata komisioner KPU Riau, Heriyanti Hasan.