
Stok Beras Untuk Ramadhan Di Pekanbaru Aman

Pekanbaru, (antarariau) - Cadangan beras untuk kebutuhan warga di Kota Pekanbaru, Riau, aman selama Ramadhan yakni sebanyak 2.292 ton yang disimpan di gudang Bulog setempat.
"Untuk kebutuhan selama Ramadhan, maka persediaan beras aman," kata Kepala Divisi Regional Riau Perum Bulog, Marwansyah kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis.
Menurut dia, pihaknya menjamin bahwa kebutuhan beras di daerah ini tidak terganggu selama warga menjalani ibadah puasa.
Bahkan mulai pekan depan diperkirakan datang sebanyak 1.000 ton beras dari Jawa Timur yang masuk melalui Pelabuhan Dumai, Riau.
Dia mengatakan bahwa warga tidak perlu khawatir tentang persediaan beras di wilayah ini karena sudah dianggap mencukupi.
Namun begitu, beras dari sentra produksi di Kabupaten Solok, Sumbar, juga dikirim oleh pedagang besar untuk memenuhi kebutuhan sebagian warga Kota Pekanbaru.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Pekanbaru, Elsyabrina mengakui harga sembako di sejumlah pasar tradisional mulai merangkak naik memasuki bulan puasa.
"Sudah merupakan kebiasaan bahwa harga sembako naik menjelang bulan puasa," kata lulusan Institut Pertanian Bogor itu.
Namun begitu, berdasarkan pantauan di Pasar Rumbai dan Pasar Senapelan bahwa harga sembako naik seperti gula pasir Rp13.000/kg, sebelumnya Rp12.000, minyak goreng curah Rp11.000/kg, pekan lalu Rp9.000 hingga Rp10.000.
Selain itu harga beras anak daro Rp10.500/kg, sebelumnya Rp9.500, beras belida Rp9.000/kg, pekan lalu Rp8.000.
Sedangkan harga cabai merah asal Bukittinggi, Sumbar Rp35.000/kg, sebelumnya Rp 26.000 hingga Rp28.000, cabai merah jawa Rp33.000/kg, pekan lalu Rp 30.000 serta cabai rawit Rp30.000/kg, sebelumnya Rp27.000.
Bahkan bawang putih Rp20.000/kg, pekan lalu hanya Rp10.000 hingga Rp12.000 disebabkan adanya larangan memasukkan melalui Pelabuhan Dumai.
Pewarta : Adityawarman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

