Logo Header Antaranews Riau

Pekanbaru Waspada DBD

Selasa, 26 Maret 2013 09:22 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau mewaspadai penyebaran virus penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengingat pada Apri sebagian besar wilayah itu memasuki puncak musim hujan pertama 2013.

"Biasanya memang perkembangan nyamuk DBD sangat pesat pada musim hujan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Rini Hermiyati di Pekanbaru, Senin.

Untuk itu, katanya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan menjaga pola hidup sehat dan bersih di sekitar lingkungan.

Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat, sejak Januari hingga Maret 2013 sebanyak 29 warga di wilayah itu terdeteksi sebagai korban DBD.

"Jumlah tersebut sudah cukup mengkhawatirkan meski sebenarnya menurut dibandingkan tiga bulan yang sama pada tahun 2012," katanya.

Terlebih, demikian Rini, pada April mendatang diprakirakan sebagian besar wilayah Riau termasuk Pekanbaru akan memasuki puncak musim hujan periode pertama.

Kondisi demikian menurut dia dapat mengakibatkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD bisa berkembang begitu pesat.

"Kalau pada biasanya proses dari telur-pupah-kepompong-nyamuk dewasa mencapai 12 hari, kalau dalam situasi seperti sekarang perkembangbiakannya lebih cepat tiga hari," katanya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru Provinsi Riau dalam tiga bulan terakhir (Januari-Maret 2013) telah merawat sebanyak 102 pasien penderita demam berdarah dengue dari berbagai kalangan. Pasien-pasien tersebut berasal dari sejumlah wilayah kabupaten dan kota dalam provinsi.

Humas RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Marsiah mengatakan, pada Januari 2013, pasien penderita DBD yang menjalani perawatan menginap di RSUD ada sebanyak 56 orang yang terdiri dari 38 orang laki-laki dan 18 lainnya perempuan.

"Dari 56 orang penderita DBD itu, terdapat satu korban yang meninggal dunia karena keterlambatan pihak keluarga merujuknya ke rumah sakit," katanya.

Sedangkan pada Februari 2013, kata Marsiah, jumlah penderita DBD yang dirawat di RSUD Arifin Achmad ada sebanyak 28 orang.

"Kemudian untuk bulan Maret tercatat sejak tanggal 1 sampai 21 Maret 2013, jumlah pasien yang terserang penyakit DBD ada 18 orang," katanya.

Sebanyak 102 pasien DBD tersebut kata dia sempat menjalani perawatan intensif di sejumlah ruangan dengan ragam tipe kelas sesuai dengan perekonomian keluarga pasien. ***4***



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026