Logo Header Antaranews Riau

Anggaran MP3EI Sumut Sudah Disiapkan

Jumat, 13 Juli 2012 18:22 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Menteri Negera BUMN Dahlan Iskan mengatakan, anggaran penuntasan proyek berbagai fasilitas penunjang program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) di Sumatera Utara (Sumut) telah disiapkan.

"Namun, meskipun begitu, semuanya harus dimulai dari perizinan-perizinan terlebih dahulu. Jika semua perizinan belum selesai, maka anggaran tidak akan dialokasi dan kemungkinan akan dilarikan ke program lainnya yang juga tidak kalah penting," kata Dahlan dalam pidatonya di acara Konferensi CEO Media dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Pekanbaru, Jumat.

Hal demikian menurut Dahlan, untuk mengantisipasi berbagai hal atau potensi menyesatkan termasuk kerugian negara.

"Jangan sampai, akibat perizinan yang belum lengkap, bukan malah membantu program MP3EI justru malah memperlambatnya," kata dia.

Dahlan mengatakan, di Sumut ada sejumlah proyek-proyek MP3EI yang memang butuh penggesahan dari awal, salah satunya yakni stasiun atau jalur kereta api dan kompleks industri Semangke.

Untuk pembangunan jalur kereta api dari stasiun Medan-Aras Kabu-Bandar Udara Kuala Namu telah dimulai atau dilakukan sejak tahun 2011 silam.

Hal ini kata dia, sesuai dengan apa yang dilakukan oleh manajemen PT Kereta Api yang mengatakan bahwa proses pembangunan rel kereta api tersebut telah berjalan.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur kereta api tersebut yakni mencapai Rp 80 miliar sebagai dana untuk pemasangan jalur KA dan sistem persinyalan ke lokasi bandara.

"Dana itu juga telah dialokasikan, namun untuk kompleks industri Semangke sejauh ini masih menemukan kendala termasuk juga terkait perizinannya," kata dia.

Termasuk juga pembangunan jalan tol yang menghubungan beberapa wilayah kota di sana dan perluasan Pelabuhan Belawan, menurut Dahlan semuanya telah direncanakan sejak jauh hari.

Diharapkan, demikian Dahlan, semuanya dapat berjalan lancar sehingga program MP3EI dapat sukses dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

"Untuk itu, diharapkan kepala daerah untuk segera melakuakn upaya-upaya penyelesaian berbagai kendala yang saat ini tengah dihadapi," katanya.

Dahlan juga menjelaskan, bahwa di Sumut direncanakan ada sebanyak 21 proyek MP3EI. "Sebagian telah berjalan, namun masih banyak yang belum berjalan," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebelumnya menyatakan bahwa untuk mewujudkan 21 proyek tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp34,278 triliun.

Dana tersebut akan ditanggung pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta.

Salah satu proyek skala besar di Sumut yang mendukung MP3EI itu adalah pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi, dengan nilai investasi Rp6,7 triliun yang ditargetkan rampung tahun 2016 mendatang.

Proyek tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi itu sepenuhnya akan dibiayai pemerintah. Demikian pula untuk proyek pembangunan rel kereta api Stasiun Araskabu-Kuala Namu sepanjang 9 km yang menelan dana Rp2,150 triliun dan ditarget rampung tahun 2013.

Sejumlah proyek skala besar lainnya yang mendukung implementasi MP3EI di Sumut yang pembiayaannya oleh pemerintah, meliputi perluasan pelabuhan Belawan senilai Rp830 miliar yang ditarget rampung tahun 2014.

Kemudian pembangunan rel kereta api ruas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung senilai Rp400 miliar (tuntas 2013), peningkatan jalan Tebing Tinggi-Kisaran-Rantau Prapat-Batas Provinsi Riau sepanjang 326,71 Km senilai Rp365 miliar (tuntas 2013), pengembangan jalan akses Kuala Namu Tahap II sepanjang 14 Km dan Fly Over Tahap I dan II (dua jembatan sepanjang 1 Km) senilai Rp355 miliar (tuntas 2014), peningkatan jalan Lima Puluh-Pematang Siantar-Kisaran sepanjang 64,15 Km senilai Rp225 miliar (tuntas 2015).

Berikutnya, perbaikan jalan raya ruas Lima Puluh-Simpang Inalum sepanjang 22 Km senilai Rp154 miliar (tuntas 2013), pembangunan rel Kereta Api dari kawasan Sei Mangke ke Kota Lima Puluh senilai Rp150 miliar (tuntas 2013), pembangunan jalan akses Belawan sepanjang 15 Km senilai Rp150 miliar (tuntas 2012), pelebaran jalan dari Kawasan Industri Sei Mangke-Lima Puluh sepanjang 10 Km senilai Rp140 miliar (tuntas 2012), dan pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 Km dan ruas Medan-Kuala Namu-Lubuk Pakam senilai Rp1,306 triliun (tuntas 2013).

Sementara untuk proyek yang pembiayaannya di luar pemerintah, yakni pembangunan PLTP Sarulla satu berkapasitas 110 MW senilai Rp6 triliun ditargetkan tuntas pada tahun 2015, PLTA Asahan III berkapasitas 174 MW senilai Rp2,880 triliun, pembangunan transmisi listrik sebanyak 17 titik dengan nilai Rp2,155 triliun dijadualkan tuntas tahun 2015, dan pengembangan Sector Private di Bandara Kuala Namu senilai Rp1,6 triliun yang ditargetkan selesai tahun 2012 ini.

Sedangkan untuk proyek berskala besar lainnya di Sumut yang juga dibiayai BUMN meliputi proyek PLTG Sibayak tiga senilai Rp554 miliar, pembangkit listrik tenaga biomasa sawit (PLTNS) dan bahan baku tebu senilai Rp150 miliar, pembangunan Kawasan Industri Berbasis Oleochemical Sei Mangke senilai Rp4,2 triliun, dan percepatan pengembangan Hidro skala besar 2x87 MW, Porsea Sumatera Utara (Asahan 3) seluas 30 Hektar senilai Rp2,610 triliun.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026