Logo Header Antaranews Riau

Dumai Siaga Gizi Buruk

Senin, 21 Mei 2012 17:12 WIB
Image Print

Dumai, Riau, (AntaraRiau) - Dinas Kesehatan Kota Dumai Provinsi Riau mengoptimalkan penanganan dan mengantisipasi penderita gizi kurang di kalangan bayi lima tahun melalui Posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan setempat Marjoko Santoso, Senin kepada ANTARA mengemukakan, penderita gizi kurang sejauh ini baru berkisar 0,91 persen dari jumlah keseluruhan balita di kota berjuluk "Mutiara Pantai Timur Sumatera".

Jumlah ini masih di bawah target nasional tidak boleh lebih dari 7 persen jumlah balita.

Guna mengetahui status gizi kurang ini, Dinkes berdasarkan penimbangan berat badan balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Dumai.

"Untuk penanganan kasus gizi kurang ini, kita optimalkan pemantauan di pelayanan Posyandu dan sejauh ini masih kecil sekali balita yang mengalami gizi kurang ini. Kalau kasus gizi buruk, belum ada kita temukan," kata Marjoko.

Dia menjelaskan, seorang balita berstatus gizi kurang akan diketahui ketika dalam dua kali penimbangan berat badan mengalami penurunan. Atau bisa juga disebabkan karena mengalami sakit dan berada di bawah garis merah tanda gizi kurang.

Bagi balita yang statusnya gizi kurang, lanjut Marjoko, Dinkes selanjutnya akan melakukan surveiland atau peninjauan ke lokasi lingkungan anak dibesarkan. Sebab, tidak sedikit gizi kurang ini disebabkan faktor sosial ekonomi orangtua yang miskin dan tidak mampu.

"Faktor lainnya, kurangnya pengetahuan orang tua dalam mencukupi asupan gizi bayi dan melupakan kesehatan. Kalau sudah ada balita yang mengidap gizi kurang, kita lakukan pemberian makanan tambahan yang sehat dan bergizi," katanya.

Ia menjelaskan, jika balita dalam dua kali penimbangan mengalami penurunan berat badan, maka kalau dibiarkan akan berpotensi menjurus kepada gizi buruk.

Karena itu, dia mengajak para orang tua yang memiliki anak usia balita agar selalu memperhatikan kecukupan gizi dan makanan yang sehat. Ketika anak mengalami sakit seperti diare, ISPA dan penyakit lainnya, sebaiknya segera berobat supaya tidak berpengaruh terhadap berat badan.