Logo Header Antaranews Riau

Bayi Kembar Siam berbagi Jantung

Kamis, 19 Januari 2012 13:34 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Tim dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menyatakan hasil pemeriksaan terhadap bayi kembar siam, yang hingga kini belum diberi nama, menunjukkan bayi malang itu berbagi satu jantung dan liver untuk bersama.

"Hasil MSCT dan 'echo cardio' didapatkan jantung tunggal, liver tunggal," kata Ketua Tim Dokter RSUD Arifin Achmad, Dr Tubagus Ondih SpBA, ketika dihubungi ANTARA di Pekanbaru, Kamis.

Menurut dia, bayi tersebut masih menjalani beberapa pemeriksaan setelah sebelumnya melalui observasi MSCT (multi slice computed tomography).

Ia mengatakan hasil pemeriksaan lainnya menunjukkan bahwa bayi itu memiliki dua pasang paru-paru, dua pasang ginjal dan saluran pencernaan yang terpisah di masing-masing tubuh.

Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi kembar itu mengalami kelainan pada liver yang mengakibatkan kadar bilirubin tinggi. Dampaknya adalah potensi mengganggu fungsi organ lainnya dan bisa menyebabkan bayi kejang-kejang.

Kondisi bilirubin normal pada manusia seharusnya di bawah satu digit. Namun, hasil pemeriksaan pada Selasa (17/1) lalu menunjukkan bahwa kadar bilirubin pada bayi kembar tersebut mencapai 15.

Meski begitu, ia mengatakan kondisi bayi stabil serta proses metabolismenya normal. Tim dokter menerapkan diet susu 30 cc per hari.

"Hasil lengkap dan perencanaan mengenai penanganan akan kami sampaikan kepada pers Jumat (20/1) besok," ujar Tubagus.

Bayi kembar berkelamin perempuan itu mengalami kelainan karena lahir dengan kondisi dada dan perut berhimpitan (conjoined twins type thoraco-omphalopagus). Bayi tersebut dilahirkan di RSUD Indrasari Kabupaten Indragiri Hulu pada 14 Januari lalu, dan kini dirawat di ruang neonatus RSUD Arifin Achmad sejak 15 Januari.

Bayi perempuan tersebut merupakan anak ketiga dari pasangan Riswanto dan Parsini, warga Desa Kuala Gading Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu. Ketika lahir, keduanya berbobot 4,2 kilogram.

Kelahiran bayi kembar siam tersebut tergolong langka karena hanya terjadi pada peluang 1 banding 500.000 kelahiran di dunia.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026