
Pemuda Minati Kerajinan Lilin Lebah

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Sejumlah pemuda yang tergabung dalam "Cliniq Design" mengembangkan kerajinan lilin dari limbah sarang lebah madu Sialang di Kota Pekanbaru, Riau.
"Limbah sarang lebah madu bisa dikreasikan menjadi lilin yang menarik," kata Ayana, 19, seorang perajin kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu.
Sebagian perajin di "Cliniq Design" merupakan lulusan pendidikan setingkat SMA. Mereka secara rutin melakukan uji coba untuk mengkreasikan limbah sarang lebah menjadi lilin beraneka rupa.
Mereka membentuk lilin dari model sederhana berbentuk pipa hingga bentuk hati, kue, dengan media gelas, serta bentuk buah-buahan. Lilin tersebut terlihat menarik karena diberi zat pewarna makanan.
"Kami seminimal mungkin menggunakan parafin seperti membuat lilin pada umumnya, dan itu hanya digunakan untuk mempermudah pewarnaan," kata Ayana.
Danil, 18, seorang perajin lainnya mengatakan berupaya untuk sekreatif mungkin mencari kreasi terbaru dalam membentuk lilin dari limbah sarang lebah madu Sialang. Dengan begitu, lilin tersebut bisa dipasarkan dengan harga berkisar Rp3.000-Rp30.000 per buah tergantung ukuran dan modelnya.
"Kami harus kreatif agar lilin sarang lebah ini lebih menarik, tidak hanya fungsinya sebagai alat penerangan tapi juga untuk hiasan," ujarnya.
Menurut dia, lilin sarang lebah memiliki kelebihan dibandingkan dengan lilin parafin karena lebih kental, solid, dan beraroma seperti madu.
"Lilin ini juga bisa digunakan sebagai aroma terapi karena baunya sangat khas seperti madu," kata Danil.
Ia berharap pemerintah daerah bisa mengakomodasi industri kecil kreatif tersebut agar mampu terus berkembang. Menurut dia, hingga kini pemasaran lilin sarang lebah Sialang baru dilakukan lewat promosi dari "mulut ke mulut".
"Kalau bisa pemerintah membantu sarana seperti bengkel dan pemasaran untuk mengembangkan lilin sarang lebah," katanya.
Lilin lebah (beeswax) merupakan produk turunan yang diolah dari limbah sarang lebah hutan pohon Sialang yang didapatkan di hutan alam Riau. Lebah tersebut banyak bersarang di pohon Sialang, yang banyak ditemukan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.
Berdasarkan data WWF Program Riau, jumlah produksi lilin lebah yang bisa dihasilkan di Riau cukup besar, yakni sekitar 24,6 ton per tahun. Namun, potensi itu belum dioptimalkan karena kendala kemampuan sumber daya manusia, peralatan, pemasaran dan dana.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

