Logo Header Antaranews Riau

Pekanbaru inflasi 0,26 persen

Kamis, 1 Desember 2011 12:58 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau menyatakan, Kota Pekanbaru pada bulan November 2011 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau, Abdul Manaf, di Pekanbaru, Kamis, mengatakan, sementara Kota Dumai mengalami deflasi sebesar 0,31 persen.

Ia mengatakan, inflasi Pekanbaru dan Dumai masing-masing menduduki peringkat ke lima dan 13 se-Sumatera dari 16 kota yang menghitung indeks harga konsumen (IHK).

Sedangkan, secara nasional keduanya berada pada peringkat 39 dan 60 dari 66 kota di Indonesia.

Inflasi tertinggi di Indonesia terjadi di Kota Mataram sebesar 1,25 persen dan deflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,19 persen.

Ia menjelaskan, inflasi di Pekanbaru disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok sandang sebesar 1,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,91 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,57 persen.

Kemudian kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen.

Sedangkan, kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen, dan kelompok bahan makanan sebesar 0,56 persen.

Komoditas yang memberi sumbangan inflasi di Pekanbaru antara lain cabe merah sebesar 0,18 persen, rokok kretek filter 0,11 persen, emas perhiasa 0,08 persen, tarif kontrak rumah, bawang merah dan rokok kretek masing-masing sebesar 0,05 persen.

Selain itu upah pembantu rumah tangga dan beras masing-masing 0,03 persen, rokok putih, ikan tongkol, kipas angin dan tarif sewa rumah masing-masing 0,02 persen.

Sebaliknya, beberapa komoditas yang mengalami deflasi antara lain daging ayam ras sebesar 0,20 persen, ikan serai 0,16 persen, telur ayam ras dan kelapa masing-masing 0,04 persen, dan bayam sebesar 0,02 persen.
"Laju inflasi tahun kalender 2011 di Pekanbaru sebesar 4,36 persen dan inflasi 'year on year' sebesar 5,75 persen," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026