Logo Header Antaranews Riau

Tera ulang timbangan pasar tradisional

Kamis, 6 Oktober 2011 20:30 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melakukan tera ulang timbangan yang digunakan oleh sejumlah pedagang di seluruh pasar tradisional kota itu.

"Tera ulang timbangan yang sering dipakai para pedagang pasar tradisional ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari para pedagang yang nakal," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru El Syabrina di Pekanbaru, Kamis.

Syabrina mengatakan, tera ulang timbangan dimulai sejak beberapa pekan terakhir dan difokuskan ke seluruh pasar tradisional di Pekanbaru.

"Pada tahap awal kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Rumbai, Kecamatan Rumbai. Pada hari pertama itu kami menemukan sejumlah kejanggalan pada timbangan para pedagang yang telah dimodifikasi," katanya.

Setelah Pasar Rumbai, kata dia, tera ulang timbangan dilakukan ke sejumlah pasar lainnya, yang juga banyak ditemukan kejanggalan yang sama.

"Kalau tidak salah, dari agenda yang kami tetapkan untuk kegiatan ini, ada sekitar 13 pasar yang akan kami jelajahi. Untuk hari ini berlanjut ke Pasar Sail, Kecamatan Sail," ujar dia.

Dalam kegiatan ini, kata El Syabrina, Disperindag bekerja sama dengan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) di masing-masing kecamatan.

"Sebelum turun ke pasar tradisional yang menjadi tujuan, kami meminta UPTD mengumpulkan sejumlah pedagang untuk didaftarkan timbangannya," kata dia.

Para pedagang yang telah masuk dalam daftar, kata Syabrina, kemudian timbangannya akan ditera ulang melalui metrologi Disperindag.

Timbangan yang lolos atau tidak terdapat kejanggalan, kata dia, akan ditempel striker yang merupakan kelayakan untuk difungsikan melayani konsumen.

"Kegiatan tera ulang timbangan yang kami lakukan saat ini terpusat ke sejumlah kalangan pedagang ikan dan daging karena jika ada timbangan yang dimodifikasi atau disiasati oleh para pedagang nakal, kerugiannya akan sangat besar bagi konsumen," kata El Syabrina.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026