Diskes: Riau masih bebas penyakit Pneumonia

id Diskes,pneumonia,flu China

Diskes: Riau masih bebas penyakit Pneumonia

Arsip foto. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan wilayahnya masih bebas atau steril dari penyakit Pneumonia (radang paru-paru) yang kini menyerang Kota Wuhan, Tiongkok.

"Sampai kini belum ada laporan masyarakat baik dari kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan yang terjangkit Pneumonia, Bahkan di Indonesia juga," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Senin.

Mimi mengaku sudah menerima surat edaran dari Kemenkes melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terkait pemberitahuan kasus di Tiongkok itu.

Dalam surat itu, sebut Mimi, Diskes diminta berkoordinasi dengan sektor kesehatan hewan agar menangani fungsi hewan dengan baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota maupun karantina kesehatan hewan se-Riau, serta sektor yang menangani kebersihan lingkungan pasar ikan atau pasar hewan hidup lainnya.

"Kita sudah koordinasi ke semua sektor terkiat, baik dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan Riau, termasuk dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan agar dapat melakukan pemeriksaan hewan yang datang dari luar," terangnya.

Namun demikian, lanjut Mimi, penyakit Pneumonia sebenarnya dapat dihindarkan dengan perilaku hidup bersih dan sehat, misalnya cuci tangan dengan bersih sebelum mengkonsumsi makanan.

"Kemudian ketika masak daging atau telur ayam dan burung hendaknya dicuci dengan bersih, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta warga Indonesia untuk waspada terhadap penyakit pneumonia berat yang menyerang di Kota Wuhan, Tiongkok.

"Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini belum melakukan pembatasan perjalanan ke China.

Namun, Menkes Terawan meminta kepada seluruh masyarakat membiasakan berperilaku hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum makan. Kemudian pakai masker agar tidak menular ke orang lain, makan makanan bergizi seimbang, makan buah dan sayur yang cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, dan segera berobat jika sakit.

Baca juga: Kemenkes: ASI Eksklusif Bisa Cegah Pneumonia

Baca juga: Menkes Terawan minta warga Indonesia waspada penyakit pneumonia berat di China


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar