
Waktu Terbaik Minum Omega-3: Pagi atau Malam? Ini Kata Ahli!

Jakarta (ANTARA) - Omega-3 dikenal sebagai salah satu nutrisi andalan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kelompok asam lemak tak jenuh ganda esensial ini punya peran penting dalam mendukung fungsi jantung, otak, hingga kesehatan mata dan ibu hamil.
Dua jenis omega-3 yang paling populer adalah Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA), yang banyak ditemukan pada ikan berlemak. Kandungan ini juga sering dijadikan bahan utama dalam berbagai produk suplemen.
"Omega-3 EPA dan DHA, yang ada di setiap sel tubuh, memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan jantung, otak, mata, dan kesehatan prenatal," kata ahli diet kardiovaskular Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada 12 Februari 2026.
Idealnya, kebutuhan omega-3 dipenuhi dari makanan seperti ikan. Namun, jika asupannya dirasa kurang, suplemen bisa menjadi pilihan praktis untuk menutup kekurangan tersebut.
Baca juga: Jangan Salah Kaprah! Suplemen Serat Bisa Memburukkan Sembelit Jika Tanpa Air yang Cukup
Suplemen omega-3 umumnya berasal dari minyak ikan (seperti ikan teri dan sarden), minyak hati ikan kod, minyak krill, atau minyak alga. Bentuknya pun beragam, dan ini ternyata berpengaruh pada cara tubuh menyerapnya.
Sebagai contoh, minyak ikan dan minyak alga secara alami mengandung omega-3 dalam bentuk trigliserida, yang lebih mudah diserap tubuh. Sementara itu, ada juga suplemen yang diproses menjadi bentuk etil ester.
Menurut Maggie Moon, M.S., RDN, ahli nutrisi kesehatan otak, bentuk etil ester ini cenderung lebih sulit diserap tubuh. Meski begitu, suplemen dalam bentuk ini tetap bisa membantu meningkatkan kadar EPA dan DHA dalam tubuh.
Lalu, kapan waktu terbaik minum suplemen omega-3?
Jawabannya sebenarnya tidak ada waktu yang paling ideal. Pagi, siang, atau malam sama saja, selama dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Yang paling penting adalah memastikan suplemen omega-3 diminum bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak. Mengapa? Karena lemak membantu proses penyerapan omega-3 ke dalam aliran darah.
Routhenstein menjelaskan bahwa konsumsi omega-3 saat perut kosong atau bersama makanan rendah lemak bisa mengurangi penyerapannya, sehingga efektivitasnya tidak maksimal.
Jadi, kalau ingin hasilnya optimal, konsumsi suplemen ini bersama makanan seperti alpukat, minyak zaitun, ikan berlemak, keju, kacang-kacangan, atau biji-bijian.
Moon juga menyampaikan bahwa suplemen omega-3 bisa diminum kapan saja, pagi, siang, atau malam, asal tetap disertai makanan berlemak agar penyerapannya lebih baik.
Baca juga: Konsumsi suplemen serat tiap hari bisa tingkatkan kognitif pada lansia
Selain itu, minum suplemen saat perut kosong juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Tak kalah penting, konsistensi adalah kunci. Routhenstein menekankan bahwa konsumsi yang rutin dan teratur diperlukan untuk membantu meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dalam tubuh.
Jadi, bukan soal jamnya, tapi soal cara dan kedisiplinannya. Sudah minum omega-3 hari ini?
Sumber: Eating Well
Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

