Logo Header Antaranews Riau

Masyarakat Siak Simpan Tabung Gas Dalam Semak

Senin, 4 Oktober 2010 09:41 WIB
Image Print

Siak, Riau, 4/10 (ANTARA) - Minimnya sosialisasi penggunaan gas elpiji membuat warga Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, menyimpan tabung gas 3 kilogram yang mereka terima di dalam semak atau pekarangan rumah, kuatir benda tersebut meledak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Siak, Darwilis, di Siak, Senin, mengakui warga di daerahnya takut tabung gas yang dibagi gratis itu meledak sata digunakan.


"Masyarakat kami masih awam mengunakan gas dalam memasak. Itu sebabnya tabung gas yang dibagi gratis hanya ditaruk diluar rumah bukannya dipergunakan. Mereka takut tabung gas meledak karena tidak tahu dan tidak adanya sosialisasi pengunaan gas elpiji," ungkap Darwilis.


Ia mengatakan, menyayangkan pihak penyalur yang tidak melakukan koordinasi dengan pihaknya dalam pembagian tabung elpiji gratis untuk masyarakat yang telah berlangsung dalam sepekan terakhir.


"Kita tidak diberitahu tentang penyalurannnya," katanya.


Sementara itu, pengamatan ANTARA di lapangan banyak sekali dijumpai tabung gas elpiji 3 kilogram diletakkan warga di luar rumah, seperti di semak-semak, dibawah rimbunan pokok tebu ataupun di bawah pohon pisang dengan ditutupi kain basah. Bahkan ada juga yang menyimpannya dalam lemari pakaian.


Sumiati (30) warga Balai Kayangan 2, Jalan Sapta Taruna Kampung Dalam, Kecamatan Siak, mengatakan bahwa dirinya merasa takut sekali dengan benda yang sangat akrab ditelinganya melalui siaran televisi.


"Tak henti saya tengok di TV, tabung gas meledak hingga menelan korban, siapa yang tidak takut, seperti bom," ungkapnya lugu.


Ia menyimpan tabung gas tersebut di bawah rimbunan pohon pisang di halaman belakang rumahnya.


Ketakutan Sumiati tak berbeda dengan Samsiah, warga RT 015/RW 05 Jalan Kelakap, Kelurahan Kampung Dalam yang juga mendapat jatah tabung gas gratis. Ia malah menaruh tabung gas yang baru diperolehnya itu di lemari pakaiannya.


"Takut saya benda itu meledak," ungkapnya.


Selama ini memang dirinya memasak dengan menggunakan kayu bakar. Tetapi keinginannya untuk menggunakan gas sebenarnya ada, ditambah anaknya menyakinkan dirinya.


Kata dia, anaknya akan mengganti sambungan dari selang ke tabung yang sering menyebabkan meledaknya tabung gas 3 kilogram itu.


"Anak saya sebut namanya regulator," sebutnya dengan sedikit terbata.


Ketakutan warga Kecamatan Siak ini menurut anggota DPRD Siak, Ariadi Tarigan dinilai sangat wajar. "Bagaimana tidak, sosialisasi boleh dikatakan tidak ada ditambah pemberitaan di media yang sering mengungkap kasus ledakan tabung gas tiga kilogram," sebutnya.


Untuk itu, ia berharap kepada pihak-pihak yang terkait untuk segera melakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat agar program pemerintah ini tidak sia-sia.