Tol Laut Terwujud di Dumai, Ini Syaratnya
Sabtu, 14 Mei 2016 22:28 WIB
Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Dumai, Provinsi Riau menegaskan untuk mewudjudkan tol laut dan poros maritim maka pemerintah harusnya melengkapi infrastruktur kepelabuhanan.
Ketua INSA Dumai Herman Bukhari mengatakan, tanpa ada infrastruktur yang memadai dan mendukung tersebut maka sangat mustahil pemerintah dapat mewujudkan program kepelabuhanan.
"Program tol laut prioritaskan pelabuhan peti kemas, sementara di Dumai belum ada dermaga khusus, dan ini bisa jadi penghambat kelancaran aktivitas di pelabuhan," kata Herman, di Dumai, Sabtu.
Menurutnya, upaya percepatan program tol laut itu mesti dibarengi pemerintah dengan penyiapan dermaga khusus peti kemas agar kegiatan ekspor minyak kelapa sawit dan turunan tidak terganggu.
Namun karena di kawasan pelabuhan dikelola Pelindo I Dumai belum ada dermaga khusus peti kemas, sehingga harus berbagi dengan kapal tanker yang berkepentingan memuat minyak kelapa sawit dari pabrik industri.
"Kapal kontainer jadi prioritas di pelabuhan dibanding kapal ekspor industri sehingga kebutuhan dermaga khusus peti kemas ini sangat penting untuk didesak," katanya lagi.
Selain masalah infrastruktur pelabuhan harus digesa, INSA Dumai menilai juga bahwa tarif yang diberlakukan kini di pelabuhan sebagai penerimaan negara bukan pajak sangat tinggi atau naik hingga 200 persen dampak isu harga CPO turun.
Tarif selangit ini banyak dikeluhkan pengguna jasa kepelabuhanan karena setiap kegiatan menimbulkan biaya tinggi, dan jauh berbeda dibanding sebelum PP nomor 11 tahun 2015 diterbitkan pemerintah.
"Pengguna jasa dibebani tarif tinggi dan dikuatirkan menimbulkan menurun aktivitas di pelabuhan, karena itu diharapkan ada kebijakan lebih rasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara global," harapnya.
PP 11 Tahun 2015 mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Perhubungan, meliputi, jasa transportasi darat, perkeretaapian, laut, udara, pendidikan dan pelatihan serta jasa penggunaan sarana dan prasarana denda administratif. (foto infobekasi.co.id)
Ketua INSA Dumai Herman Bukhari mengatakan, tanpa ada infrastruktur yang memadai dan mendukung tersebut maka sangat mustahil pemerintah dapat mewujudkan program kepelabuhanan.
"Program tol laut prioritaskan pelabuhan peti kemas, sementara di Dumai belum ada dermaga khusus, dan ini bisa jadi penghambat kelancaran aktivitas di pelabuhan," kata Herman, di Dumai, Sabtu.
Menurutnya, upaya percepatan program tol laut itu mesti dibarengi pemerintah dengan penyiapan dermaga khusus peti kemas agar kegiatan ekspor minyak kelapa sawit dan turunan tidak terganggu.
Namun karena di kawasan pelabuhan dikelola Pelindo I Dumai belum ada dermaga khusus peti kemas, sehingga harus berbagi dengan kapal tanker yang berkepentingan memuat minyak kelapa sawit dari pabrik industri.
"Kapal kontainer jadi prioritas di pelabuhan dibanding kapal ekspor industri sehingga kebutuhan dermaga khusus peti kemas ini sangat penting untuk didesak," katanya lagi.
Selain masalah infrastruktur pelabuhan harus digesa, INSA Dumai menilai juga bahwa tarif yang diberlakukan kini di pelabuhan sebagai penerimaan negara bukan pajak sangat tinggi atau naik hingga 200 persen dampak isu harga CPO turun.
Tarif selangit ini banyak dikeluhkan pengguna jasa kepelabuhanan karena setiap kegiatan menimbulkan biaya tinggi, dan jauh berbeda dibanding sebelum PP nomor 11 tahun 2015 diterbitkan pemerintah.
"Pengguna jasa dibebani tarif tinggi dan dikuatirkan menimbulkan menurun aktivitas di pelabuhan, karena itu diharapkan ada kebijakan lebih rasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara global," harapnya.
PP 11 Tahun 2015 mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Perhubungan, meliputi, jasa transportasi darat, perkeretaapian, laut, udara, pendidikan dan pelatihan serta jasa penggunaan sarana dan prasarana denda administratif. (foto infobekasi.co.id)
Pewarta : Abdul Razak
Editor : Abdul Razak
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jalan penghubung di Pelabuhan Tanjung Buton Siak roboh, satu mobil tercebur ke laut
05 January 2026 23:27 WIB
Tiga hari hilang di laut, nelayan Parno ditemukan tak bernyawa di perairan Bungur
27 October 2025 21:15 WIB
Enam rumah ludes terbakar di Bukit Batu Bengkalis, Kerugian capai ratusan juta
21 September 2025 12:12 WIB
KPI sungai pakning tegaskan minyak tumpah di laut bukan dari fasilitas kilang
30 June 2025 20:35 WIB
Wabup Bengkalis harap kabel interkoneksi bawah laut atasi krisis Pulau Bengkalis
11 June 2025 14:01 WIB
Holding Defend Id pamerkan alutsista darat, laut dan udara dalam Indo Defence
11 June 2025 10:19 WIB
Terpopuler - Kemaritiman
Lihat Juga
IAGI Riau Dorong Arah Baru Migas Nasional Lewat Seminar Permigastara 2026
07 February 2026 18:05 WIB
Ikuti Rakorendal BNPP, Plt Gubri komit tingkatkan kesejahteraan masyarakat pulau terluar
18 November 2025 20:14 WIB
Pertamina Kilang Dumai pastikan situasi sudah normal dan pasokan energi aman
02 October 2025 11:53 WIB
Kilang minyak Pertamina meledak, Polres Dumai gerak cepat amankan warga dan obvitnas
02 October 2025 0:52 WIB
Warga Dumai panik Kilang minyak Pertamina meledak, Jubir Agustiawan sebut ada kendala teknis
01 October 2025 23:16 WIB
Pertamina Kilang Dumai simulasikan pemadaman kapal terbakar di area pelabuhan
25 September 2025 13:52 WIB