Timbulkan kerumunan wisata Asian Heritage Pekanbaru kembali ditutup
Minggu, 16 Mei 2021 18:08 WIB
Tangkapan layar suasana pengunjung di Asian Heritage Kota Pekanbaru. (ANTARA/HO-Humas)
Pekanbaru (ANTARA) - Pengelola wisata bernama Asian Heritage yang berada di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru kembali ditutup karena telah menimbulkan kerumunan warga di saat pandemi COVID-19.
"Tempat wisata Asian Heritage hari ini tutup, karena mengantisipasi pembludakan pengunjung seperti hari kemarin," kata Humas Asian Heritage, Kevin kepada media di Pekanbaru, Minggu.
Kevin mengatakan penutupan tempat wisata yang baru seumur jagung tersebut karena tidak ingin memunculkan kluster baru penularan COVID-19 di masyarakat.
"Untuk buka kembali minggu depan sesuai surat edaran dari pemerintah," kata Kevin.
Dia mengakui, sehari setelah lebaran wisata yang menyajikan monumen-monumen sejarah di Asia tersebut dibuka, ternyata minat masyarakat untuk berkunjung sangat tinggi sehingga membludak.
Foto serta video yang diunggah di media sosial tersebut bahkan mengundang kritik karena telah melanggar protokol kesehatan (prokes) 5 M seperti ada pengunjung yang tidak gunakan masker, tidak mencuci tangan, tidak menjaga jarak, menimbulkan kerumunan dan menciptakan mobilitas interaksi.
Namun, Humas Asian Heritage mengatakan, masyarakat yang berkerumun tersebut bukan berada di dalam kawasan tempat wisata, melainkan di luar.
"Foto yang beredar itu memang benar, tapi itu berada di luar kawasan tempat wisata, jadi tidak di dalamnya. Itu pengunjung yang sedang berjalan kaki di parkiran untuk masuk ke dalam," katanya.
Kata Kevin, pengunjung Asian Heritage sudah dibatasi 30 persen dari kapasitasnya. Tempat wisata tersebut berkapasitas lebih kurang 16.000, namun pada saat membludak itu, pengunjung di dalam hanya sekitar 3.000 orang.
"Kami juga sudah membatasi pengunjung yang masuk. Pengunjung yang berkerumun sesuai foto yang beredar itu mereka sedang mengantre gilirannya masuk," lanjutnya.
Selain itu, Asian Heritage juga telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sesuai anjuran oleh pemerintah.
Baca juga: Objek wisata di Pariaman mulai ramai dikunjungi
Baca juga: Pengunjung tetap datang meski objek wisata ditutup, Alfedri: patuhi protokol Kesehatan
"Tempat wisata Asian Heritage hari ini tutup, karena mengantisipasi pembludakan pengunjung seperti hari kemarin," kata Humas Asian Heritage, Kevin kepada media di Pekanbaru, Minggu.
Kevin mengatakan penutupan tempat wisata yang baru seumur jagung tersebut karena tidak ingin memunculkan kluster baru penularan COVID-19 di masyarakat.
"Untuk buka kembali minggu depan sesuai surat edaran dari pemerintah," kata Kevin.
Dia mengakui, sehari setelah lebaran wisata yang menyajikan monumen-monumen sejarah di Asia tersebut dibuka, ternyata minat masyarakat untuk berkunjung sangat tinggi sehingga membludak.
Foto serta video yang diunggah di media sosial tersebut bahkan mengundang kritik karena telah melanggar protokol kesehatan (prokes) 5 M seperti ada pengunjung yang tidak gunakan masker, tidak mencuci tangan, tidak menjaga jarak, menimbulkan kerumunan dan menciptakan mobilitas interaksi.
Namun, Humas Asian Heritage mengatakan, masyarakat yang berkerumun tersebut bukan berada di dalam kawasan tempat wisata, melainkan di luar.
"Foto yang beredar itu memang benar, tapi itu berada di luar kawasan tempat wisata, jadi tidak di dalamnya. Itu pengunjung yang sedang berjalan kaki di parkiran untuk masuk ke dalam," katanya.
Kata Kevin, pengunjung Asian Heritage sudah dibatasi 30 persen dari kapasitasnya. Tempat wisata tersebut berkapasitas lebih kurang 16.000, namun pada saat membludak itu, pengunjung di dalam hanya sekitar 3.000 orang.
"Kami juga sudah membatasi pengunjung yang masuk. Pengunjung yang berkerumun sesuai foto yang beredar itu mereka sedang mengantre gilirannya masuk," lanjutnya.
Selain itu, Asian Heritage juga telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sesuai anjuran oleh pemerintah.
Baca juga: Objek wisata di Pariaman mulai ramai dikunjungi
Baca juga: Pengunjung tetap datang meski objek wisata ditutup, Alfedri: patuhi protokol Kesehatan
Pewarta : Vera Lusiana
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PHR Sabet Asian Management Excellence Awards 2026, Inovasi Digital Perkuat Ketahanan Energi Nasional
24 January 2026 10:39 WIB
Empat Kelompok Petani Swadaya Sukses Raih Sertifikasi RSPO lewat Program SMILE
11 December 2025 10:16 WIB
Sprinter Saptoyogo kembali raih emas dan pecahkan rekor Asian Para Games
25 October 2023 12:10 WIB, 2023
Indonesia berhasil rebut medali emas perahu naga 1000m putra Asian Games
06 October 2023 11:57 WIB, 2023
Terpopuler - PMK
Lihat Juga
Inovasi layanan Kantor Imigrasi Siakpermudah pengurusan paspor,cepat,mudah, dan transparan
22 April 2026 20:00 WIB
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Seleksi sapi kurban bantuan Presiden Prabowo di Riau dimulai, ini kriterianya
20 April 2026 19:51 WIB
Cegah lakalantas, DPRD Riau minta desain flyover Simpang Panam dikaji matang
20 April 2026 18:19 WIB
4.704 calon haji asal Riau siap diberangkatkan ke Tanah Suci, rombongan pertama dari Pekanbaru
16 April 2026 15:41 WIB
Pemprov Riau pastikan masyarakat di TNTN masih bisa beraktivitas sambil menunggu relokasi
13 April 2026 15:34 WIB