
Pekanbaru Dihebohkan Isu Bom Palsu

Pekanbaru, 18/3 (ANTARA) - Warga Kota Pekanbaru dihebohkan dengan adanya ancaman bom di kawasan niaga Jalan Harapan Raya, Kamis. Meski begitu, ancaman tersebut ternyata tidak terbukti setelah tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Riau melakukan penyisiran. Ancaman bom diterima oleh pegawai sebuah ruko studio foto, Philip (24). Ia mengaku mendapat ancaman bom melalui pesan singkat di telepon selulernya dari tak dikenal, sekitar pukul 08.26 WIB. "Saya menerima pesan ancaman setelah belum lama membuka ruko," ujarnya. Menurut dia, pengirim pesan singkat itu menyatakan telah diletakkan bom di dalam ruko yang akan meledak dalam waktu 10 menit. Dalam pesan itu, lanjutnya, bom itu akan meledak untuk musuh-musuh dari Amerika, Australia, Inggris dan Cina. "Tertanda pengirim pesan itu bernama Upik Langsa Komandan Pasukan Jihad, tentu kami yang diruko langsung panik," ujarnya. Pegawai ruko langsung menghubungi polisi, dan tak lama setelahanya puluhan anggota Jihandak Polda Riau langsung tiba untuk melakukan penyisiran. Kondisi tersebut sempat membuat kemacetan di Jalan Harapan Raya akibat banyak warga yang ingin melihat proses penyisiran bom. Namun setelah dilakukan penyisiran, polisi tidak menemumukan bahan peledak atau sejenisnya di dalam ruko. "Setelah tim gegana melakukan penyisiran dari lantai satu sampai lantai empat tim tidak menemukan bahan peledak ataupun sejenisnya, dan tidak menumukan barang yang mencurigakan dan berbahaya," kata Kapolsek Bukit Raya AKP Yanuar Ari. Ia mengatakan tidak mau terlalu berkomentar mengenai isu bom yang membuat heboh itu dengan aktivitas teroris di Aceh. "Saya rasa kalau mengatakan itu ada kaitannya degan teroris di Aceh, masih terlalu prematur. Namun warga harus tetap waspada," katanya.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

