
Penjualan Emas di Pekanbaru Lesu

Pekanbaru, 9/2 (ANTARA) - Penjualan emas di Pekanbaru dalam sebulan terakhir ini lesu karena tidak stabilnya harga penjualan barang perhiasan itu yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. "Penjualan emas saat ini benar-benar lesu, masyarakat tampaknya tidak beminat untuk beli emas," ujar seorang pedagang emas Toko Bandar,Riki(25) yang ditemui di Pasar Bawah Pekanbaru, Selasa. Menurut Riki , standar harga emas saat ini berkisar antara Rp285.000 hingga Rp325.000 per gram. Harga emas tersebut tergantung kepada kadar emas yang terkandung di dalamnya. Kadar emas yang terdapat disejumlah pedagang emas di Pekanbaru antara 40 persen sampai 99,99 persen. Sedangkan untuk harga emas murni (emas 24 karat) per gramnya Rp800.000, jika sudah jadi perhiasan berkisar Rp850.000 per gram. Ia mengatakan, sepinya penjualan emas bukan karena bisnis usaha penjualan emas kini banyak diminati pedagang sehingga menjadi persaingan tetapi daya beli konsumen yang turun akibat masih tingginya harga emas dan pergerakan harga emas di pasaran dunia yang terjadi seketika. "Harga emas hingga kini belum stabil. Dalam satu pekan kadang terjadi dua atau tiga kali perubahan harga. Kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun," katanya. Pengakuan yang sama juga dikatakan oleh Iwan (29). Pemilik Toko Mas Havana ini mengatakan naik turunnya harga emas tergantung kepada harga pasaran dunia yang mematok harga emas per gramnya. "Naik-turunnya harga emas dalam se pekan ada dua sampai tiga kali. Kami melihat harga naik dan turunnya emas di pasaran dunia melalui televisi Channel News Asia dan Channel Bloomberg Amerika,? terangnya. Pemilik Toko Emas Singapura, Sur (25) mengatakan, walau perubahan harga emas terjadi dalam hitungan hari, naik turunnya harga emas dipasaran tidak begitu drastis, berkisar Rp5.000 sampai Rp7.500 per gram. "Pergerakan harga emas tidak langsung melonjak. Jika naik hanya sekitar Rp5.000 sampai Rp7.500 per gram begitu juga saat harganya turun," ungkap Sur yang memiliki toko di Pasar Pusat Pekanbaru.***

