Logo Header Antaranews Riau

Jaring Ikan, Malah Dapat Mortir

Rabu, 14 September 2016 23:06 WIB
Image Print

Pekanbaru (Antarariau.com) - Seorang nelayan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menemukan sebuah mortir saat akan mencari ikan di Sungai Kampar, Dusun Kampung Gadang, Kecamatan Bangkinang, Rabu.

"Kini mortir tersebut telah ditangani oleh tim penjinak bom Polda Riau," kata Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardi di Pekanbaru.

Mortir berukuran panjang sekitar 50 Cm dan diameter 30 Cm itu ditemukan oleh warga bernama Suparman pada akhir pekan lalu.

Laki-laki berusia 32 tahun yang juga berprofesi sebagai Satpol PP itu menemukan bahan peledak tersebut di dasar sungai saat sedang menyelam mencari ikan. Saat sedang mencari menyelam mencari ikan, ia lantas menemukan benda asing yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Benda tersebut sempat ia bawa pulang ke rumah untuk dibersihkan. Setelah dibersihkan, Suparman menduga bahwa benda yang ia simpan itu ternyata mortir atau sejenis bom.

Lalu pada Rabu siang tadi, ia melaporkan mortir temuannya itu ke Kepolisian Sektor Bangkinang.

"Beberapa saat kemudian, anggota kita langsung ke rumah saksi untuk melihat langsung mortir itu. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan Gegana untuk langkah selanjutnya," ujarnya.

Ia mengatakan tim Gegana Polda Riau berhasil membawa bahan peledak itu dengan selamat menggunakan bom "blanket".

Kini bom tersebut berada di bawah pengawasan Polda Riau, Kota Pekanbaru. Ia belum dapat informasi apakah bom tersebut dalam keadaan aktif atau tidak. Hanya saja, kuat dugaan bom itu merupakan peninggalan zaman penjajahan dulu.

Lebih jauh, Edy mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan benda mencurigakan, terutama berjenis bahan peledak agar melaporkan ke kepolisian.

Temuan bom di Riau beberapa kali terjadi. Terakhir nelayan Bengkalis pada medio Agustus 2016 lalu menemukan empat bom saat menjaring ikan di Perairan Selat Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono mengatakan bom jenis mortir itu diperkirakan masih aktif. Keempat bom itu kemudian diserahkan ke Gegana Polda Riau.



Pewarta :
Editor: Anggi Romadhoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026