
DPRD Riau Terima PAW Legislator Ikut Pilkada
Kamis, 15 Oktober 2015 22:34 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - DPRD Riau menyatakan telah menerima surat balasan dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau terkait Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk enam legislator yang maju dalam pemilihan kepala daerah serentak Desember mendatang.
"Kita sudah baca surat balasan dari KPU untuk PAW anggota DPRD yang maju ke Pilkada. Selanjutnya kami akan memproses sampai nanti ke Kementerian Dalam Negeri dimana mereka yang nantinya akan mengeluarkan Surat Keputusan pemberhentian. Segera hari ini akan kami proses," kata Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo di Pekanbaru, Kamis.
Dari data KPU Riau, enam anggota DPRD Riau yang maju dalam Pilkada yakni Suparman dan Syafaruddin Potti dari daerah pemilihan Rokan Hulu yang merupakan kader Partai Golkar dan PDIP. Kemudian Indra Putra dan Mursini Dapil Inhu-Kuansing dari Partai Golkar dan PPP. Dua nama lain yakni Zukri dari PDIP daerah pemilihan Siak-Pelalawan dan Eko Suharjo SE dari Partai Demokrat daerah pemilihan Bengkalis-Dumai dan Kepulauan Meranti.
Sesuai aturan mereka akan digantikan pemilik suara terbanyak di bawahnya. Berdasarkan rekap perolehan suara akhir Pemilu 2014 oleh KPU Riau, Suparman yang mencalonkan diri sebagai Bupati Rokan Hulu digantikan oleh Masgaul Yunus, suara terbanyak kedua di Partai Golkar daerah tersebut.
Begitu pula Syafarudin Potti yang juga maju sebagai calon Bupati Rokan Hulu digantikan Rusli Ahmad. Indra Putra dari Fraksi Golkar yang maju sebagai Bupati Kuansing akan digantikan Yulisman.
Sedangkan Mursini dari PPP yang juga calon Bupati Kuansing akan digantikan Malik Siregar. Calon Bupati Pelalawan Zukri Misran dari PDIP akan digantikan posisi oleh Ev. Tengger Sinaga. Terakhir Eko Suharjo yang maju sebagai Wakil Walikota Dumai mendampingi Zulkifli As, akan digantikan pemenang kedua Edi Muhammad Yatim.
Ketika ditanyakan bahwa SK pemberhentian enam anggota dewan dari Kemendagri yang harus diserahkan ke KPU Riau paling lambat 23 Oktober bulan ini. Ia menyebutkan, untuk proses tersebut ada mekanisme tersendiri, dan pihaknya juga masih menunggu SK dari Mendagri tersebut.
"Tinggal kita menunggu SK untuk pemberhentian tersebut," ujarnya.
Terkait nama pengganti ketua DPRD Riau non aktif Suparman, dikatakannya pihaknya juga sudah melayangkan surat ke partai Golkar namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat surat jawaban Golkar siapa yang ditunjuk untuk menjadi Ketua DPRD Riau.
Namun ia menegaskan, meskipun ada kekosongan pada posisi Ketua DPRD Riau, hal tersebut tidak begitu menjadi masalah dan tiga pimpinan DPRD lainnya masih tetap solid.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Bayu Agustari Adha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

