Logo Header Antaranews Riau

Wako Pekanbaru Pimpin Goro Bongkar Tali Liar

Minggu, 12 April 2015 20:29 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Wali Kota Pekanbaru H Firdaus memimpin gotong royong massal di beberapa wilayah guna membongkar tali air dan parit yang tersumbat karena ulah warga.

"Saat ini musim penghujan parit yang jadi saluran air harus lancar," kata H Firdaus di Pekanbaru, Minggu, usai memimpin Goro di Jalan Purwodadi, Kecamatan Tampan.

Ia menuturkan, gerakan Goro ini belibatkan semua pihak, pemerintah hingga ke tingkat RT/RW ditambah 60 personil TNI AD Arhanud 13 baterai P, dan sekitar 600 orang pengurus anggota yayasan Kompak.

Lokasi Goro kali ini mengambil tempat yang rawan banjir saat hujan tiba yakni Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Wako memaparkan, banyak tali air di wilayah Pekanbaru yang bersentuhan langsung dengan pemukiman baik parit besar maupun kecil sudah tidak sesuai lagi fungsinya. Karena sengaja ditutup warga dan digunakan sebagai halaman bahkan parkiran kendaraan.

Tidak jarang permukaannya ditutup dengan semenisasi yang tidak sesuai standar sebagai jembatan akses masuk ke toko-toko milik warga.

Sehingga terang wako lagi, tali airnya semakin mengecil karena endapan sedimen yang tidak bisa dikorek akibat permukaan sudah ditutup.

"Lama-lama parit akan mati, air tidak bisa lagi lancar," ujarnya setengah kesal.

Harusnya saran dia, warga bersama-sama memelihara pembangunan yang dilakukan pemerintah, bukan malah merusaknya.

"Ini ada lagi sengaja ditanami pohon agar terkesan itu bukan parit," ketusnya.

Nanti kalau terjadi genangan air keluh Wako, warga menyalahkan pemerintah tidak becus melakukan pembangunan. Padahal sudah diupayakan tali air itu dibuat agar aliran air buangan maupun hujan lancar dari hulu ke hilir.

"Kalau seperti ini bagaimana tidak akan banjir," keluhnya dengan langsung memimpin acara pembongkaran parit di Jalan Purwodadi, Tampan.

Diakui Wako, masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Ini realita yang dihadapinya dimana sebahagian masyarakat tidak mau peduli dengan kebersihan lingkungannya. Padahal kalau lingkungan bersih, masyarakatnya pasti sehat, dan kalau masyarakatnya sehat maka mereka bisa beraktifitas atau bekerja untuk perekonomian dan kesejahteraan mereka.

"Kalau lingkungan kotor, akan banyak penyakit, biaya hidup menjadi tinggi untuk berobat TBC, DBD, muntaber, ISPA, dan banyak lagi penyakit lainnya," papar dia.

Karena itu menurut mantan Kadis PU ini, jajaran pemerintah tingkat bawah RW/ RT harus menjadi motivator bagi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Bentuknya bisa melalui program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW).

"Kalau pembenahan infrastruktur seperti ini dinilai tidak tertalangi APBD, bisa dilaksanakan dengan dana PMB-RW," ujar Walikota mencontohkan kegunaan salah satu bantuan dana PMB-RW yang mulai dikucurkan Pemko Pekanbaru tahun lalu sebesar Rp50 juta/RW.

Selain warga, Walikota juga mengajak seluruh anggota organisasi pemuda yang ada ikut bersama-sama menjadi duta dan relawan peduli lingkungan.

"RT/ RW, pemuda, tokoh agama, budaya mari kita ajak masyarakat jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026